Rabu, 17 Jun 2026 22:41 WIB

Intiland Mulai Bangun Kawasan Terpadu Amesta Living Surabaya

Contoh rumah hunian di Amesta Living. (Foto: dok PT Intiland Development/jatimnow.com)
Contoh rumah hunian di Amesta Living. (Foto: dok PT Intiland Development/jatimnow.com)

Surabaya - Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland-DILD) mulai membangun kawasan terpadu Amesta Living yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.

Dimulainya pembangunan kawasan Amesta Living menjadi langkah lanjutan perseroan setelah sukses meluncurkan dan memasarkan produk-produk hunian pada akhir tahun 2021.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Pengembangan kawasan Amesta Living dilakan dalam beberapa tahapan," ujar Direktur Utama PT Graha Abdael Sukses (GAS) Hans Wibisono, Senin (11/7/2022).

PT GAS merupakan perusahaan hasil kolaborasi antara Intiland dengan PT Abdael Nusa. Kata Hans, pengembangan tahap I meliputi pembangunan infrastruktur kawasan, jalan, saluran air, water promenade, fasilitas publik, rumah contoh, kantor pemasaran, serta unit-unit rumah yang sudah dipasarkan.

"Proses pembangunan kawasan Amesta Living sudah dimulai sejak triwulan II tahun ini," jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur kawasan, perseroan saat ini sedang membangun 280 unit rumah yang sudah terjual pada penjualan tahap I.

"Pembangunan unit rumah akan kami lakukan secara bertahap. Saat ini sudah terbangun 90 unit. Komitmen kami untuk menyelesaikan dan menyerahterimakan tepat waktu sebagai apresiasi atas kepercayaan para konsumen," terangnya.

Tahapan pembangunan unit-unit rumah diproyeksikan selesai seluruhnya pada triwulan III tahun depan. Perseroan menargetkan serah terima unit ke para konsumen dilakukan secara bertahap mulai triwulan III tahun 2023.

Hingga pertengahan tahun ini, perseroan juga telah menyelesaikan pembangunan kantor pemasaran untuk membantu masyarakat mengetahui pengembangan kawasan Amesta Living. Perseroan juga berhasil menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas publik seperti amphitheatre sebagai sarana kebutuhan bagi para penghuni.

Upaya lainnya yakni penyediaan sejumlah fasilitas penting untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni. Salah satunya yakni penerapan berbagai sistem keamanan terpadu seperti sistem gerbang tunggal, CCTV, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami ingin penghuni merasa nyaman dan aman sejak mulai pindah dan tinggal di Amesta Living. Segala sesuatunya kami pikirkan secara detil, mulai dari aspek kenyamanan, keamanan, dan kesiapan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya," papar Hans Wibisono.

Amesta Living merupakan proyek pengembangan kawasan mixed-use terpadu. Rencana pengembangannya hingga seluas 60 hektar. Amesta Living dirancang sebagai kawasan terpadu yang menyediakan beragam kebutuhan properti, mulai dari unit-unit residensial seperti rumah tapak, apartemen, ritel, komersial, SOHO, perkantoran hingga lifestyle.

Saat ini tercatat penjualan mencapai 280 unit rumah berbagai tipe dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp350 miliar.

Direktur Pemasarakan Intiland untuk Surabaya Harto Laksono menerangkan, hasil penjualan Amesta Living menjadi sinyalemen positif terhadap pertumbuhan sektor properti, khususnya di wilayah Surabaya.

Kepercayaan dan minat beli properti masyarakt mulai berangsur-angsur pulih (setelah dilanda pandemi Covid-19), termasuk tren investasi terhadap produk-produk properti, terutama segmen perumahan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Capaian positif inilah yang membuat Amesta Living dinobatkan sebagai salah satu Pengembangan Proyek Baru Terbaik setelah meraih penghargaan “Best Rising Development” Non Jabodetabek Area di ajang Lamudi Property Awards yang diselenggarakan Lamudi.co.id pada 24 Juni 2022 lalu.

"Kami percaya pasar properti berangsur-angsur pulih dan bergerak membaik," kata Harto.

Ia menambahkan, banyak konsumen yang bertanya tentang rencana pengembangan baru, khususnya produk perumahan dan komersial.

"Saat ini adalah momentum terbaik bagi konsumen dan developer untuk meluncurkan produk-produk inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar," jelas Harto.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.