Jumat, 12 Jun 2026 05:27 WIB

Sekolah di Surabaya ini Punya Program Belajar Permainan Tradisional

Siswa SDN Mojo III terlihat asyik bermain balap karung
Siswa SDN Mojo III terlihat asyik bermain balap karung

jatimnow.com - Suasana Layanan Orientasi Sekolah (LOS) SDN Mojo III/222 Surabaya terlihat lebih riuh dibanding sekolah lainnya. Ratusan siswa terlihat berlarian dan tertawa sembari membawa mainan tradisional di lapangan timur sekolah, Senin (16/7/2018).

Kemeriahan tersebut dikarenakan sekolah ini merupakan sekolah pelestari permainan tradisional.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Hari pertama sekolah bagi siswa kelas 1 ini nampak menyenangkan. Para bocah berusia sekitar 6-7 tahun saling berinteraksi memainkan permainan tradisional. Nampak ada yang berusaha berdiri di egrang batok, ada juga yang saling berkoordinasi berjalan di atas terompa panjang.

Kepala Sekolah SDN Mojo III, Sumarlik menjelaskan, melalui permainan tradisional pihak sekolah ingin menanamkan jiwa nasionalisme kepada para siswa yang berjumlah sekitar 900 siswa.

"Dengan mencintai produk dalam negeri, bermain permainan tradisional, jiwa nasionalisme akan terbentuk," ujarnya, Senin (16/7).

Ia menambahkan, selain jiwa nasionalisme, karakter-karakter asli bangsa lain seperti gotong royong, saling menghargai dan menghormati, serta kejujuran juga berusaha tanamkan melalui permainan tradisional.

"Meskipun main di gadgetnya berdua, tetap saja interaksinya kurang. Gak seperti bermain permainan tradisional," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sumarlik mengungkapkan, kekhawatiran pihak sekolah kepada siswa-siswanya yang mulai ketergantungan dengan permainan di gadget.

"Bukan berarti kita anti terhadap permainan modern seperti yang terdapat dalam gadget. Kita hanya berusaha membentuk karakter anak-anak lewat permainan tradisional dan melestarikannya," imbuhnya.

Program permainan tradisional ini sudah dimulai sejak bulan Januari. Hanya saja hari ini sekolah mendeklarasikan sebagai Sekolah Pelestari Permainan Tradisional bertepatan dengan pembukaan LOS 2018.

Program bermain permainan tradisional ini dinamakan Rabu Ceria. Setiap rabu setelah proses belajar mengajar, semua kompak bermain permainan tradisional.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Permainan tradisional telah tersedia di pojok tiap ruang kelas, bersebelahan dengan sudut baca. Ada berbagai macam mainan tradisional seperti dakon, bekel, karambol, dan egrang batok.

"Permainan ini bukan sekedar sarana pelestarian dan penanaman karakter. Para guru juga ia instruksikan agar bisa menggunakan mainan tradisional sebagai media pembelajaran seperti matematika yang bisa pakai dakon. Dihitung kalau rumahnya 7 terus dikali 7 jadi berapa," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.