Kamis, 18 Jun 2026 04:56 WIB

Buntut Pencabutan Izin Pondok Shiddiqiyyah, Kemenag Jombang Tunggu Surat Pusat

Kepala Kemenag Jombang, Taufiqurrahman saat ditemui di kantornya. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kepala Kemenag Jombang, Taufiqurrahman saat ditemui di kantornya. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kantor Kemenag Jombang masih menunggu surat pencabutan izin operasional Ponpes Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang. Ini menyusul pernyataan Direktur Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI beberapa hari lalu.

Kepala Kemenag Jombang, Taufiqurrahman menjelaskan terkait dengan tindak lanjut keputusan pencabutan izin dari Kemang RI, pihak Kemenag Jombang masih menunggu petunjuk dari direktur Pendis Kemenag RI.

Baca Juga: CPNS UIN KHAS Jember Dilantik, Rektor Tekankan Pentingnya Integritas

"Terkait lain-lain kita masih nunggu dari Dirjen Pendis. Suratnya nunggu dari direktur nggih," terang Taufiq pada sejumlah jurnalis saat ditemui di kantornya, Senin (11/7/2022).

Ia mengaku di Ponpes Shiddiqiyyah ada sekitar 1.041 santri, mulai dari program paket A, B, dan C. Ia menyebut dari jumlah santri itu, kebanyakan adalah santri dari luar Jombang.

"Istilahnya Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS)," ungkapnya.

Dikatakan Taufiq, hingga hari ini pihak PD Pontren Kemenag Jombang, kesulitan untuk berkomunikasi dengan wali santri.

"Yang kita kesulitan itu komunikasi dengan wali santri Pondok Majma'al Bahroin Hubbul Wathon minal Iman Shiddiqiyyah," ujarnya.

Taufiq mengaku hingga kini belum ada wali santri yang mendatangi Kemenag Jombang untuk difasilitasi perpindahan pondok.

Baca Juga: Kemenag Kediri Terapkan Sistem Kerja Kombinasi, Pelayanan Dipastikan Tetap Maksimal

"Sampai saat ini belum, kami sudah ke sana tapi belum bisa komunikasi dengan wali santri," bebernya.

Ia menyebut pihak Kemenag bekerja dengan profesional dan proporsional, sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan atas adanya keputusan pencabutan izin operasional Ponpes Shiddiqiyyah.

"Dan Kemenag berupaya bersikap profesional dan obyektif menyikapi peristiwa ini, mengingat ini menyangkut pelayanan pendidikan santri di Jombang, semoga lekas kondusif dan pulih kembali seperti semula," tegasnya.

Taufiq mengaku saat ini di Ponpes Shiddiqiyyah masih belum ada kegiatan aktivitas pendidikan, dikarenakan para santri sedang libur Idul adha.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Di sana masih libur, peserta didik libur akhir tahun, sehingga belum ada aktivitas pendidikan di sana, meski begitu kita sudah komunikasi dengan para ustaz dan ustazah termasuk kepala PKPPS nya," ucapnya.

Walaupun sudah ada komunikasi dengan para ustaz dan ustazah maupun kepala PKPPS, Taufiq menyebut keputusan peralihan pondok ini semuanya tergantung dari wali santri.

"Tapi semuanya itu dikembalikan pada wali santri ya, apakah ingin tetap di Jombang atau kembali ke masing-masing daerah ya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.