Rabu, 17 Jun 2026 09:38 WIB

Pemkot: Gelandangan yang Ditemukan di Jakarta Bukan Warga Surabaya

Ilustrasi gelandangan
Ilustrasi gelandangan

jatimnow.com - Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat menelusuri dugaan warga Surabaya yang ditipu mandor dan ditemukan gelandangan serta sakit stroke di Jakarta.

Sebab, di beberapa media dan sosial media, bapak bernama Agus Joko Suparto (43) dan anaknya Afif (14) disebut-sebut merupakan warga Jalan Teluk Aru Utara Gang I, Surabaya, Jawa Timur. Namun, setelah ditelusuri ternyata Agus dan anaknya sudah bukan warga Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser memastikan Agus Joko Suparto dan anaknya Afif sudah bukan warga Surabaya.

Hal itu didasarkan kepada hasil koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang mengecek semua database kependudukan Warga Surabaya, terutama ketika mengecek nama dan alamat Agus.

“Hasilnya, dalam database kependudukan itu tidak ditemukan warga bernama Agus Joko Suparto dan anaknya Afif serta alamatnya pun tidak ditemukan,” kata Fikser ditemui di ruangannya, Rabu (7/3/2018).

Selain itu, Pemkot Surabaya langsung mengecek ke lokasi alamat yang disebutkan di media, yaitu Jalan Teluk Aru Utara Gang I, Surabaya, Jawa Timur.

Di lokasi, pemkot melakukan koordinasi dengan Ketua RW 8 Bapak H. Risfan Efendi dan Ketua RT 9 RW 8 Bapak H. Resa, ternyata tidak ada orang yang bernama Agus Joko Suparto.

Namun, setelah dilakukan investigasi lebih lanjut, ditemukan informasi bahwa Agus merupakan anak dari seorang bapak bernama Aspah (67 tahun), pensiunan pegawai Pelindo III cabang Tanjung Perak, Surabaya. Aspah sendiri tinggal di Jalan Teluk Aru Asrama nomor 32 RT 9 RW 8 Kelurahan Perak  Utara, Surabaya.

“Di alamat itu, pemkot berkoordinasi dengan keluarga Agus dan ditemui adik-adiknya yang bernama Siti Kotijah dan Agustin Ria Anita,” kata dia.

Dari koordinasi itu, pemkot mendapatkan informasi bahwa Agus merupakan duda yang sudah dikaruniai dua anak laki-laki. Anak pertama ikut bapaknya Agus dan anak kedua ikut ibunya yang tidak diketahui tempat tinggalnya.

Dulunya, Agus memang tinggal bersama bapaknya (Aspah), namun sejak tahun 2005, Agus pindah dari Surabaya ke Jalan Manunggal RT 009 RW 002 Desa Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

“Jadi, Agus ini sudah pindah dari Surabaya ke Kalimantan Timur,” tegasnya.

Menurut Fikser, pihak keluarga juga menjelaskan selama Agus tinggal di Surabaya sampai akhirnya pindah, telah meninggakan banyak permasalahan, sehingga merugikan banyak orang.

“Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, Agus ini sempat punya masalah hukum dengan pihak Polda Jatim,” ujarnya.

Meskipun sudah jelas bahwa Agus bukan warga Surabaya, namun penelusuran Pemkot Surabaya tidak berhenti sampai disitu.

Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial juga melakukan koordinasi dengan petugas Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat, yang diwakili oleh Bapak Untung.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

“Hasilnya, disampaikan bahwa Agus dan Afif sudah keluar dari PSBI dan tinggal bersama saudaranya di Bojong Gede, Bogor. Agus pun tidak meninggalkan nomor telepon dan KTP atau alamat keluarga yang saat ini menampungnya,” kata dia.

Oleh karena itu, kata Fikser, sudah jelas bahwa Agus dan anaknya bukan warga Surabaya seperti yang disampaikan di media.

Fikser memastikan, apabila dia tercatat sebagai warga Surabaya, maka Pemkot Surabaya tidak akan segan-segan untuk menjemput, mengobati dan merawat anaknya di Surabaya.

Hal semacam ini sudah sering dilakukan oleh Pemkot Surabaya apabila menemukan warganya yang terlantar di daerah lain.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah kota dalam memberikan pelayanan kepada warganya. Kalau ini warga Surabaya, biasanya kami menjemputnya dengan gratis, mengobati dan merawatnya hingga sembuh. Bahkan, kalau sudah sembuh total, biasanya disediakan lapangan pekerjaan. Layanan semacam itu sudah biasa kami lakukan selama ini,” pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.