Kamis, 18 Jun 2026 17:12 WIB

Imbas Kasus Mas Bechi, Kemenag Jombang Imbau Wali Santri Cari Ponpes Aman

Kepala Kemenag Jombang Taufiqurrahman.(Foto: Elok Aprianto)
Kepala Kemenag Jombang Taufiqurrahman.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Kasus dugaan pelecehan seksual santri di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang dengan tersangka Mas Bechi, mendapat respons dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari Kementerian Agama (Kemenag) yang akhirnya membekukan izin pondok pesantren.

Kasus tersebut juga direspons Kepala Kemenag Jombang Taufiqurrahman. Ia mengimbau wali santri agar mencarikan pondok pesantren yang aman dan sesuai dengan Arkanul Ma'had (rukun pesantren). Terkait pembekuan izin operasional, Taufiq menyebut pihak Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Jombang melakukan pendekatan secara persuasif terhadap 1.041 wali santri Pondok Pesantren Shiddiqiyyah.

Baca Juga: Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

"Diimbau kepada wali santri untuk menarik peserta didik dan diarahkan ke pondok pesantren yang aman. Ini berkaitan dengan terjadinya peristiwa MSA yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan ruh pondok pesantren," ungkap Taufiq, Jumat (8/7/2022).

Ditanya apakah ada ajaran yang menyimpang, Taufiq mengaku berdasarkan hasil survei dan monitoring di ponpes tersebut secara pendidikan tidak ada masalah.

"Namun ada kekhawatiran akan terjadi peristiwa serupa yang dialami santri. Sehingga wali santri diarahkan mencari pondok yang lebih baik yang aman," terangnya.

Baca Juga: Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Atas adanya pembekuan izin operasional Ponpes Shiddiqiyyah maka, segala kegiatan aktivitas pelayanan pondok pesantren tidak diakui keberadaannya di Indonesia. Termasuk program penyetaraan paket B dan paket C di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah otomatis tidak diakui.

Usai adanya pembekuan izin operasional Ponpes Shiddiqiyyah, pihak Kemenag akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan, arkanul ma’had (rukun pesantren). Yakni harus ada kiai, santri, kitab kuning, asramanya dan ada ustadnya.

Pihak Kemenag memfasilitasi peserta didik atau santri yang ada di Ponpes Sidiqiyah untuk melanjutkan pendidikan di ponpes lainnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Ya ini kan masih proses. Jadi apabila nanti ada keinginan dari wali santri untuk difasilitasi untuk diarahkan ke pesantren lain, kemenag siap memfasilitasi," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.