Rabu, 17 Jun 2026 11:51 WIB

Jelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok di Mojokerto Naik

Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat pantau harga di Pasar Tanjung Anyar. (Foto: Nor for jatimnow.com)
Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat pantau harga di Pasar Tanjung Anyar. (Foto: Nor for jatimnow.com)

Mojokerto - Jelang Idul Adha sejumlah bahan pokok seperti cabai, bawang dan tomat di Mojokerto mengalami kenaikan harga. Kenaikan empat komoditi ini terjadi sejak dua bulan lalu.

Tomat yang tadinya seharga Rp15 ribu naik jadi Rp20 ribu per kilogram, bawang merah Rp35 ribu naik dua kali lipat menjadi Rp60 ribu.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Harga cabai merah Rp 60 ribu merangsek naik jadi Rp90 ribu, harga cabai rawit merangsek naik di harga Rp100 ribu, yang sebelumnya Rp92 ribu.

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, secara umum ketersediaan stok bahan-bahan dapur ini masih ada. Namun, terjadi kenaikan di beberapa kebutuhan bahan pokok tersebut.

"Saat ini ada cabai kecil, cabai merah, bawang merah, dan tomat yang naik. Selebihnya stabil," kata Gaguk di Pasar Tanjung Anyar, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

Sementara, untuk harga daging sapi relatif stabil di angka Rp120 ribu. Hanya saja pedagang daging mengeluh karena saya beli masyarakat turun drastis karena adanya wabah penyakit mulut dan kaki (PMK).

"Untuk daging kita jumpai harga tidak naik, tapi permintaan menurun karena PMK. Sebenarnya, virus ini tidak berpengaruh terhadap manusia, asal cara memasaknya tepat," jelas Gaguk.

Menurut Gaguk, naiknya harga ini bukan karena tidak adanya stok atau ketersediaan bahan dapur itu sendiri namun diduga stok pasokan dari pemasok kurang. Sehingga, para penjual harus mengambil pasokan ke daerah lain yang lebih jauh.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo

Seperti pasokan cabai merah berasal dari Tuban dan Blitar, tapi dikarenakan stok menipis pedagang pasar mengambil stok di daerah Banyuwangi.

"Rupanya berpengaruh pada transportasinya. Hingga berpengaruh pada kenaikan harganya juga, itu cabai merah," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.