Kamis, 18 Jun 2026 01:11 WIB

Jelang PAPBD 2022 Jatim, Fraksi Gerindra Bakal Usul Penanganan Dampak PMK

etua Fraksi Gerindra DPRD Jatim Muhammad Fawait. (Foto: Gerindra Jatim for jatimnow.com)
etua Fraksi Gerindra DPRD Jatim Muhammad Fawait. (Foto: Gerindra Jatim for jatimnow.com)

Surabaya - Partai Gerindra berkomitmen akan menyoroti upaya penanganan dan dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jatim. Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim Muhammad Fawait.

Ia mengatakan, wabah PMK telah masuk pada level pandemi di Jatim. Data pemerintah pusat merilis pada Rabu (6/7/2022) kasus PMK di Jatim masih tertinggi dibandingkan provinsi lain, yakni 125.633 kasus, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan 48.879 kasus, dan Jawa Tengah dengan 36.195 kasus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Jadi kita tidak akan berteori bagaimana mengatasi, karena ini kejadian luar biasa, dan itu sebuah krisis seperti Covid-19. Maka Fraksi Gerindra mendesak pihak terkait seperti pemerintah seperti Dinas Kesehatan dan dinas terkait lebih berfikir terhadap hal teknis untuk mengatasi dampaknya. Dampak ekonomi ini akan menjadi salah satu fokus jangan sampai ini akan berdampak pada 5 sampai 10 tahun kedepan," ucap Gus Fawait sapaan akrabnya, Rabu (6/7/2022).

Ketua Tidar Jatim itu juga menegaskan pihaknya akan memasukan point penanganan dampak PMK dalam perumusan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Jatim tahun 2022. Hal itu, lanjut dia, akan secara serentak menjadi gerakan Partai Gerindra yang duduk di DPRD Jatim ataupun kabupaten/kota.

"Saya akan perintahkan kepada semua anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari komisi A, B, C, D, dan E untuk kompak menyuarakan ini pada eksekutif melakui OPD-OPD yang bersangkutan, karena kalau berbicara krisis ini tidak bisa dirupakan satu OPD saja," kata dia.

"Maka nanti perlu ada suara yang sama dari Fraksi Gerindra untuk menyuarakan pemerintah terus melakukan langkah-langkah taktis yang cepat dan dimasukkan dalam PAPBD ini untuk mengatasi dampaknya seperti ekonomi," sambungnya.

Bendahara DPD Gerindra Jatim itu mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat untuk mengeluarkan payung hukum dalam penanganan PMK ini. Di sisi lain, untuk mengantisipasi peningkatan kemiskinan, pihaknya akan berupaya mendorong Pemprov menyiapkan alternatif usaha baru bagi para peternak sapi dan kambing melakukan budidaya ikan tawar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kalaupun harus diselesaikan dalam waktu singkat mungkin agak kesulitan karena PMK ini juga mirip dengan Covid-19, sedangkan vaksin untuk evektifitas kita belum bisa mengukur. Maka didalam momentum PAPBD 2022 yang akan segera dimulai tahapannya, termasuk KUA-PPAS diawal agustus maka fraksi Gerindra dalam hal ini akan semakin konkret bagaimana memperjuangkan masyarakat terdampak PMK," imbuh Gus Fawait.

Ia juga menyadari, wabah PMK tak mudah dikendalikan, namun jika payung hukum penanganan segera terbit, maka prosentase kerugian peternak bisa secepatnya dikendalikan.

"Memang kalau kita salahkan langsung sepenuhnya Pemerintah Pusat atau Provinsi Jawa Timur nggak fair juga karena memang pandemi ini di luar prediksi karena sama dengan Covid-19," katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Apalagi, saat ini yang telah memasuki masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ia berharap, tidak ada dari anak-anak peternak yang terhambat dalam bersekolah dan menuntut pendidikan di dalam pealsantren.

"Tahun 2030 sampai 2045 Indonesia akan memasuki fase bonus demografi, termasuk Jawa Timur. Ini kita harus perkuat SDM nya, karena bonus demografi ini fasenya masyarakat yang produktif akan lebih banyak dari pada yang tidak. Itu akan menjadi bonus jika SDM-nya berkualitas, tapi akan menjadi bencana jika SDM-nya tidak berkualitas," tandasnya.


Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim Muhammad Fawait. (Foto: Fraksi Gerindra for jatimnow.com)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.