Minggu, 21 Jun 2026 13:20 WIB

Mengintip Pelatihan Produk Fortifikasi Garam di Banyusangka, Bangkalan

Warga saat mengikuti pelatihan produk fortifikasi garam di Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan (Foto: Eko for jatimnow.com)
Warga saat mengikuti pelatihan produk fortifikasi garam di Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan (Foto: Eko for jatimnow.com)

Bangkalan - Warga Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan mengikuti pelatihan produk fortifikasi garam. Kegiatan itu digelar oleh Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).

Pelatihan ini menyasar kelompok PKK dan pengrajin ikan asin sebanyak 30 orang sebagai penerima manfaat. Acara ini sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi hasil garam rakyat, yang dikelola oleh masyarakat.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Naik Signifikan

Pengembangan inovasi produk fortifikasi garam ini merupakan rangkaian program pengembangan rumah garam yang telah dilaksanakan oleh PHE WMO sejak Tahun 2018.

Meski sempat terhenti karena kendala cuaca ekstrem dan Pandemi Covid-19, PHE WMO mengembalikan harapan masyarakat Banyusangka dengan menggandeng LPPM Universitas Trunojoyo Madura untuk menerapkan teknologi tepat guna dan melakukan pelatihan produk fortifikasi garam untuk pangan nonpangan.

Selama pelatihan, kelompok telah mampu meningkatkan wawasan dalam pembuatan produk olahan garam. Terdapat 9 produk olahan yang telah dilatih dan dipraktikkan langsung oleh kelompok yang terdiri dari tiga produk olahan nonpangan dan 6 produk olahan pangan.

Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke RSUP Sardjito, Dorong Green Hospital

Produk olahan itu meliputi eco detergen (cair), sabun cuci tangan ramah lingkungan dan garam relaksasi untuk olahan nonpangan. Sedangkan olahan produk pangan terdiri dari dendeng ikan nonkomersil beserta bumbu dendeng ikan yang dikemas, sea salt caramel, sea salt nougat candy, bumbu tabur, garam bumbu (garam cabe dan garam vanilla).

Kepala Desa Banyusangka, Abd Syukur menyatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di desanya. Karena komersialnya sangat bagus, terlebih produk-produk yang dilatih merupakan produk yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim

"Kami berterima kasih kepada PHE WMO atas program yang telah dilakukan di Banyusangka, khususnya dengan adanya pelatihan untuk menciptakan olahan produk garam ini. Semoga dengan pelatihan ini, kelompok bisa mengembangkan olahan produknya tidak hanya untuk sendiri tetapi juga bisa dijual," kata Syukur, Selasa (5/7/2022).

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.