Kamis, 18 Jun 2026 10:26 WIB

Sebut Puluhan Hotel di Surabaya Belum Kantongi SLF, DPRD Sentil Kinerja DCKTR

Para pengusaha hotel saat dipanggil Komisi A DPRD Surabaya (Foto-foto: Niam Kurniawan/jatimnow.com)
Para pengusaha hotel saat dipanggil Komisi A DPRD Surabaya (Foto-foto: Niam Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Komisi A DPRD Surabaya terus menjaring fakta-fakta penertiban administrasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan dan gedung di Kota Pahlawan, salah satunya sektor perhotelan.

Para pengusaha hotel pun dipanggil secara bergantian untuk dimintai keterangan tentang kelayakan dan izin operasionalnya. Faktanya, puluhan hotel di Surabaya belum mengantongi SLF.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengungkapkan, dari puluhan pengusaha hotel yang dipanggil, hanya satu saja yang mengantongi SLF.

"Yang baru memiliki cuma DoubleThree. Dia berdiri 2019, sudah patuh, itu yang menjadi contoh sebenarnya," terang Syaifuddin kepada wartawan, Jumat (1/7/2022).

Syaifuddin mengaku sangat kecewa dengan kinerja Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya. Dia menganggap, dinas itu menciderai marwah pemerintahan kota (pemkot).

"Bentuk dari kepedulian kita menjaga marwah Pemerintah Kota Surabaya. Semua investor wajib mengedepankan posisi utamanya. Adalah SLF yang menjadi induk semua perizinan, penjagaan dan perlindungan terhadap konsumen," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya itu.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Syaifuddin ZuhriAnggota Komisi A DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Maka saya yakin pikiran-pikiran itu yang dilakukan Pak Walikota. Itu untuk melindungi masyarakatnya, untuk melindungi warga kota dan untuk melindungi nama baik Kota Surabaya," sambungnya.

Dia menilai, para pengusaha hotel di Surabaya tidak memikirkan keselamatan penghuni, karena sejak awal berdiri, belum berani mengajukan kelayakan fungsi.

"Kita contohkan hotel-hotel yang buka dan berdiri di atas Tahun 2018 itu semestinya dia harus mengantongi SLF. Kalau sampai tidak mengantongi SLF, maka dinas terkait itu sama halnya mengabaikan pikiran, keinginan walikota secara makro demi melindungi penghuni, pengguna dan karyawan yang ada di hotel atau bangunan gedung yang ada di Surabaya," jelas Politisi PDIP Surabaya itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Sementara perwakilan DCKTR Surabaya, Yunda enggan berkomentar terkait fakta puluhan hotel di Kota Pahlawan yang belum mengantongi SLF itu. Dia berjanji akan melaporkan ke pimpinan, sebelum membuka informasi itu ke publik.

"Sebentar ya, saya lapor ke pimpinan dulu," ucap Yunda kepada wartawan.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.