Jumat, 12 Jun 2026 07:56 WIB

Dugaan Penipuan Developer Abal-abal di Ponorogo, Baru 2 Orang Laporan Polisi

Dua korban developer abal-abal saat melapor ke Mapolres Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Dua korban developer abal-abal saat melapor ke Mapolres Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Baru 2 dari 11 orang melaporkan developer abal-abal ke polisi. Mereka mendatangi Mapolres Ponorogo, Rabu (29/6/2022).

Setelah melaporkan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) mereka diarahkan ke ruang Satreskrim Polres Ponorogo. Selama 4 jam, 2 korban itu dimintai keterangan oleh petugas.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Ini tadi memang melakukan laporan. Diminta keterangan bagaimana kronologinya," ujar salah satu korban yang melaporkan, Halimah.

Selain itu, kata dia, ia juga menyerahkan barang bukti, seperti kuitansi hingga perjanjian yang telah ditandatangani oleh Halimah dan developer abal-abal.

"Ini diterima dan diproses. Tinggal menunggu hasilnya. Harapannya semoga kasus ini terselesaikan, " terangnya.

Dia mengaku sebenarnya ada 11 orang yang ditipu. Namun memang baru dua orang yang melapor.

"Saya sama satunya. Karena saling keterkaitan. Tanah yang sudah saya beli itu dibeli lagi oleh pelapor satunya," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara, Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Guling Sunaka memgaku bahwa beberapa masyarakat melakukan laporan ke Satreskrim Polres Ponorogo. Ini terkait penipuan jual beli perumahan.

"Kami terbitkan laporan polisi, selanjutnya penyelidikan," jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Sukorejo ini.

Menurutnya, nanti barang bukti tercukupi bakal dinaikkan ke penyidikan . Dan akan ditetapkan tersangka sesuai alat bukti yang ada.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

"Laporan ke kami ada dua masyarakat. Dari pengakuan kedua korban kerugian Rp240 juta terkait transaksi jual beli perumahan, " terangnya.

"Yang dilaporkan satu orang inisial RB, warga kecamatan kota. Kami sampaikan perkembangan penyelidikan nanti," pungkasnya.

Sebelumnya, Sedikitnya 11 orang di Kabupaten Ponorogo, mengaku tertipu developer perumahan abal-abal. Uang miliaran telah mengalir kepada terduga berinisial R, namun sertifikat rumah mereka tak kunjung menjadi miliknya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.