Minggu, 14 Jun 2026 11:13 WIB

Tipu Rp 1.9 M, Komplotan Pengganda Uang Banten Diringkus Polisi

Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti.
Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti.

jatimnow.com - Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap 2 tersangka penipuan uang sebesar Rp 1.9 miliar, dengan modus menggandakan uang.

Alahudin (47) warga asal Gigodang Kramat, Banten, dan Ali Imron (37) warga asal Kesabilan, Banten. Keduanya berhasil ditangkap saat berada di Serang Banten pada (1/7/2018) lalu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto menjelaskan dari hasil pemeriksaan ini ada yang menarik yaitu komplotan penipu ini memiliki kelompok-kelompok dalam melakukan aksi penipuannya dan menjadikan korban sasaran utama.

Salah satu kelompok berhasil menipu korban kurang lebih sekitar Rp 500 juta. Namun, dengan alasan tidak berhasil menggandakan uang seperti yang dijanjikan, maka kelompok ini melimpahkan korban pada kelompok penipu lainnya.

"Tersangka mengenalkan korban ke kelompok yang kedua dan melakukan hal yang sama," terang AKBP Antonius Agus Rahmanto saat rilis di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (13/7/2018).

Agus mengatakan, untuk kelompok yang diamankan saat ini polisi mendapati bukti buku rekening dan tabungan, ada dana mengalir senilai Rp 1.9 miliar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dari pengakuan tersangka, aksinya ini sudah dimulai sejak tahun 2017, dengan korban dijanji-janjikan dan menambah uang lagi dengan modus menukar uang rupiah dengan ringgit.

"Jika diuangkan, nilai uang tersebut dijanjikan menjadi Rp 85 miliar. Tapi itu hanya dijanjikan terus-menerus oleh pelaku," ujarnya.

Agus menambahkan, dari pengakuan tersangka kelompok kedua ini sudah melakukan aksinya dari tahun 2014.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami melakukan iming-iming dengan menjanjikan dan meyakinkan korban secara terus menerus. Dengan cara untuk bisa merubah hidupnya lebih baik lagi atau usahanya," ujar Alahudin salah satu tersangka.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat apabila ingin mendapatkan uang dengan instan jangan percaya dengan modus-modus menggandakan uang dan janji-janji. "Jika ingin mendapatkan uang harus dengan bekerja keras," tandasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.