Senin, 22 Jun 2026 18:49 WIB

HANI 2022, Khofifah Minta Keluarga jadi Benteng Utama Perang Lawan Narkoba

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan pada seluruh elemen masyarakat Jatim untuk menjaga kualitas generasi bangsa dengan berperang melawan narkoba.

Menurutnya, tidak ada batasan waktu tertentu dalam perang melawan narkoba. Apalagi, tindak kejahatan narkoba terus mencari bentuk baru dan bermetamorfosis, di mana semakin beragam polanya dan semakin masif pula jaringan sindikatnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Khofifah mengaku prihatin dengan semakin maraknya peredaran gelap narkoba. Tingginya peredaran gelap narkoba di tanah air, menjadikan Indonesia ini menjadi negara dengan jumlah konsumen yang sangat besar.

"Indonesia punya daya tarik tersendiri bagi peredaran narkoba internasional. Alasan utama karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, sehingga sangat berpotensi menjadi penyalahgunaan narkotika," ungkap Khofifah dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Minggu (26/6/2022).

Khofifah menuturkan, penyalahgunaan narkoba paling banyak ditemui di kalangan remaja. Banyak dari mereka, kata dia, yang menggunakan narkoba dengan alasan untuk kesenangan batin, stress akibat putus cinta, broken home, mencari jati diri, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Hal ini, lanjut Khofifah, menjadi ancaman bagi masa depan bangsa, karena narkoba hanya akan menciptakan generasi sakau bukan generasi intelektual berdaya saing tinggi. Oleh karena itu penanggulangan narkoba menjadi tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga, kemudian masyarakat dan pemerintah.

"Keluarga menjadi benteng pertama pencegahan penyalahgunaan narkoba. Fungsi proteksi terhadap anak atau remaja harus benar-benar dijalankan. Jangan sampai karena alasan orang tua sibuk, anak akhirnya terjerat dalam dunia narkoba," imbuhnya.

Khofifah mengatakan, salah satu jurus membentengi anggota keluarga dari jeratan narkoba adalah dengan memberikan pendidikan agama sejak usia dini, agar ketika tumbuh dewasa bisa memikirkan setiap tindakan yang akan dilakukan dengan benar dan tidak berjalan di jalan yang sesat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Tak hanya itu, orang tua juga wajib hukumnya menjalin hubungan yang harmonis dengan anak. Orang tua juga harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Memberikan pengetahuan terhadap anak usia dini tentang jenis-jenis narkotika, dan dampak negatif yang ditimbulkan narkoba.

"Orang tua punya peran yang sangat besar dalam mendidik, mengajar, membimbing, membina, dan membentuk anak-anaknya. Karena hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang penyalah guna narkoba pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang kurang harmonis (broken home)," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.