Kamis, 18 Jun 2026 11:24 WIB

Pemerintah Diminta Pertimbangkan Rencana Fokus Pupuk Subsidi pada Urea dan NPK

Petani sedang memberi pupuk tanaman padi (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Petani sedang memberi pupuk tanaman padi (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa meminta pemerintah harus benar-benar mempertimbangkan rencana subsidi pupuk difokuskan pada jenis urea dan NPK sesuai dengan hasil rekomendasi panja Komisi IV DPR.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

"Kita mesti sadar bahwa sektor pertanian adalah sektor yang teruji mampu bertahan di tengah-tengah hantaman pandemi, dan kita berharap sektor ini bisa menyelamatkan Indonesia dari ancaman resesi ekonomi kedepannya. Ini poin yang harus pemerintah evaluasi segera," tutur Herry dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/6/2022).

Sebelumnya, pemerintah akan memfokuskan pemberian subsidi pupuk hanya kepada jenis pupuk urea dan NPK. Hal ini sempat disampaikan oleh Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto April lalu dan juga rekomendasi Panja Pupuk Komisi IV.

Adapun pengalihan fokus pupuk subsidi oleh Pemerintah akan dilakukan mulai Juli 2022 mendatang. Herry mengingatkan keberpihakan pemerintah terhadap petani adalah keniscayaan.

"Keberpihakan pemerintah itu harus konkret terutama kepada petani, jika pupuk subsidi dicabut maka pemerintah bisa dibilang kurang peka," katanya.

"Jika pupuk subsidi ditiadakan maka dampaknya cukup besar kepada petani," tambah Herry.

Lebih lanjut pengamat sosial dan politik itu menyebutkan bahwa dengan adanya pencabutan pupuk subsidi maka berpotensi mengurangi produktivitas petani.

"Tentunya produktivitas petani akan terganggu karena harga pupuk yang selama ini disubsidi akan naik. Hal ini membuat sektor pertanian cenderung lesu dan kontraproduktif," kata Herry.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi belum bisa berkomentar soal pembatasan pupuk subsidi ini.

"Kami belum bisa berkomentar," kata Dedi saat dihubungi via sambungan telepon.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.