Senin, 15 Jun 2026 11:22 WIB

Jalan Memprihatinkan, Pelajar di Bojonegoro ini Terancam Bolos Sekolah

  • Penulis :
  • | Jumat, 13 Jul 2018 14:50 WIB
Lokasi Dusun Barenan dilihat dari Google Map dan akses jalan  yang perlu sentuhan pembangunan
Lokasi Dusun Barenan dilihat dari Google Map dan akses jalan yang perlu sentuhan pembangunan

jatimnow.com - Perjuangan keras untuk melintasi jalan berlumpur di Dusun Bangeran, Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, juga dirasakan tanaga pendidik (guru) taman kanak-kanak dan PAUD DWP Pertiwi III.

"Dari dulu sampai sekarang, kondisi jalannya ya seperti itu, susah dilewati terutama pada saat hujan," ujar Wakinem, Guru TK/PAUD DWP Pertiwi III  saat dihubungi jatimnow.com, Jumat (13/7/2018).

Wakinem yang juga Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (GTKI) Kecamatan Sekar, menceritakan, dirinya sering diundang menghadiri kegiatan di luar Dusun Bangeran.

Ketika ada undangan di saat musim hujan, Wakinem mau tak mau harus menghadiri undangan tersebut dengan melintasi jalur yang penuh dengan lumpur dan susah dilewati.

Wakinem yang harusnya berangkat dari rumahnya di Dusun Bangeran dengan pakaian rapi, terpaksa harus mengenakan pakaian tambahan hingga bersepatu boat.

"Terpaksa bawa pakaian ganti untuk agar aman lewat di jalannya berlumpur. Ketika sampai di Karangjati (wilayah masuk Kabupaten Ngawi) baru pakai pakaian guru," tuturnya.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat



"Jadi jangan pakai rok atau kebaya dahulu. Bisa kotor semua atau jatuh ke lumpur," tambahnya dengan tertawa.

Guru Tidak Tetap (GTT) ini juga menceritakan perjuangan rekan seprofesinya sebagai guru TK di Dusun Bangeran, Bu Sukesih.

Setiap hari, Sukesih naik motor dan menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari tempat tinggalnya di Dusun Tambran, Ngambon, Bojonegoro ke tempat sekolah TK/PAUD DWP Pertiwi di Dusun Bangeran.

"Setiap pagi bu Sukesih berangkat naik motor. Ya kalau berangkat dari rumahnya tidak memakai pakaian guru, pakai pakaian biasa. Sampai di sini, mandi dan ganti pakaian di rumah saya," tuturnya.

Sungguh dilema bagi pejuang tanpa tanda jasa ini. Anak-anak SD di dusun ini terancam tidak masuk sekolah bila hujan mengguyur. Sebab jalan menuju sekolahnya akan berlumpur.

"Besar harapan kami, ada perhatian lebih dari pemerintah. Jalan dibangun yang layak. Pendidikan anak-anak tidak terbengkalai. Karena kalau musim hujan, jalan susah dilintasi, maka anak-anak (siswa SD) tidak ada yang masuk sekolah," jelasnya.


Reporter: Rois Jejeli
Editor: Budi Sugiharto

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.