Minggu, 14 Jun 2026 13:47 WIB

Mengunjungi Mbah Balok 'Tetangga' Watu Semar di Bojonegoro

  • Penulis :
  • | Jumat, 13 Jul 2018 10:40 WIB
Suasana di Monumen Mbah Balok/Foto-foto: Siti Ainur Rodhiyah
Suasana di Monumen Mbah Balok/Foto-foto: Siti Ainur Rodhiyah

jatimnow.com - Tak hanya Watu Semar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur juga memiliki destinasi wisata baru yang beraroma sejarah di alun-alun. Mbah Balok, namanya.

Kabupaten yang yang dikenal sebagai Kota Minyak ini terkenal sejak dahulu tentang kekayaan alam kayu jatinya hingga ke mancanegara.

Mbah Balok bukan lah manusia. Dia adalah sebatang kayu jati yang primitif. Balok adalah sebutan khas orang Bojonegoro bagi kayu jati.

Memiliki panjang 17 meter dan berdiameter 45 cm, kayu jati yang modelnya mirip lesung itu dipajang di pojok selatan alun-alun.

Pemkab Bojonegoro menjadikan Mbah Balok yang dipajang 7 November 2015 sebagai 'Monumen Gotong Royong Kayu Jati' yang juga sebagai cagar budaya.

Pantauan jatimnow.com, Jumat (13/7/2018), sejumlah orang tampak tiduran dan bersantai di atas Mbah Balok. Meski diberi pagar rantai, namun tetap saja diterobos.

Kayu jati jaman old itu ditemukan pertama kali pada tahun 1994 di pinggir Sungai Bengawan Solo. Menurut Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Heru Sugiharto, Mbah Balok diletakkan di pojok alun-alun sejak tahun 2015.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

 



"Kekayaan alam Bojonegoro memang seperti tak pernah habis. Kabupaten ini selalu menyimpan nilai sejarahnya sendiri. Salah satunya adalah adanya Mbah balok dan termasuk juga watu Semar yang terletak di taman alun-alun kota", jelas Heru saat ditemui jatimnow.com di ruang kerjanya pada Kamis(12/7/2018).

Sebelumnya, Bupati Suyoto yang memimpin dua periode itu telah menciptakan destinasi wisata itu prasasti alami berupa batu raksasa yang dinamakan dengan Batu atau Watu Semar.

Lokasi penempatan batu yang ditaksir berbobot lebih 80 Ton itu berada di timur alun-alun, atau tepatnya berhadapan dengan Pendopo Pemkab Bojonegoro.

Hingga saat ini tak sedikit yang swafoto di batu berukuran panjang 4 meter dan lebar 4 meter serta tinggi 3 meter tersebut. Bupati Suyoto yang juga politisi PAN saat itu memboyongnya ke alun-alun dari hutan di Kecamatan Gondang dengan truk trailer.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko


Watu Semar/foto dok/Budi Sugiharto

Watu Semar yang asal kaki Gunung Pandan itu dijadikan sebagai prasasti yang menyimbolkan "Tekad untuk terus berkarya". Masyarakat mempercayai bentuk batu yang menyerupai tokoh wayang 'Semar'.

Baca Juga: Pengurus FKMB UINSA Resmi Dilantik

Konon Batu Semar memiliki hubungan spiritual dengan penguasa Gunung Pandan yang bernama Eyang Gendro Sari.

Kontributor: Siti Ainur Rodhiyah
Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.