Selasa, 16 Jun 2026 01:49 WIB

PMK Meluas, MUI Ponorogo Beberkan Syarat Hewan Kurban yang Sah

Ketua MUI Ponorogo, KH Anshor M. Rusdhi (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Ketua MUI Ponorogo, KH Anshor M. Rusdhi (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sedikitnya 6.824 sapi di Ponorogo terpapar penyakit kuku dan mulut (PMK). Dari jumlah tersebut sebanyak 182 sapi mati dan 306 sapi dipotong bersyarat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ponorogo pun membeberkan syarat sah hewan yang bisa untuk kurban saat Idul Adha 2022.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Persyaratan sehat tentu. Kedua, tidak ada ciri yang baru menyebabkan kondisi daging menjadi kurang atau menyebabkan kurus," ujar Ketua MUI Ponorogo, KH Anshor M. Rusdi, Rabu (22/6/2022).

Dia menjelaskan, bahwa fatwa MUI menyatakan PMK sebenarnya tidak mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Asalkan mengolahnya betul, dan suhu panas dipenuhi.

"Itu kan tidak akan mengganggu manusia dalam kesehatan," kata Anshor saat ditemui wartawan di Masjid Agung Ponorogo.

Namun berbeda jika kuku pada sapi melepuh, dan kaki sapi juga pincang. Hal itu menyebabkan sapi tidak sah untuk digunakan kurban.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

"Misalnya kena PMK kondisi ringan tidak apa-apa. Boleh itu dan tidak mempengaruhi kesehatah manusia. Kalau kondisi parah itu yang gak boleh, " jelas Anshor.

Dia mengaku meski dalam kondisi wabah PMK tidak ada perubahan berkurban. Itu tetap dianjurkan dan disunahkan. Namun, tentu saja harus memilih hewan yang sehat.

"Dan sebenarnya yang diperdagangkan sudah melalui izin dari dinas terkait. Asal sudah mendapat izin monggo dilaksanakan," katanya.

Baca Juga: Puluhan Ulama di Probolinggo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

"Tidak apa-apa. Dan harus tetap tidak ada perubahan. Banyak sekali yang menawarkan lembu dan di beberapa tempat. Artinya tidak ada perubahan," imbuh dia.

Selain itu, kata dia, untuk melaksanakan kurban tidak harus sapi. Bisa memilih kambing mapun kerbau.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.