Sabtu, 20 Jun 2026 05:08 WIB

Maut Mengintai, KAI Tertibkan Ratusan Bangunan Tepi Rel di Kota Malang

Bangunan yang mepet dengan jalur kereta api di Kota Malang bakal ditertibkan. (Foto: Nugraha for jatimnow.com)
Bangunan yang mepet dengan jalur kereta api di Kota Malang bakal ditertibkan. (Foto: Nugraha for jatimnow.com)

Kota Malang - Bangunan yang berada di sisi kanan maupun kiri jalur kereta api di Kota Malang bakal ditertibkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Penyebabnya, aktivitas yang ada cukup membahayakan.

Executive Vice President PT KAI Daops 8 Surabaya, Heri Siswanto berharap masyarakat secara sukarela membongkar bangunan dan memindahkan barang-barangnya. Pihaknya pun juga sudah menggelar sosialiasi mengundang perwakilan masyarakat serta pemerintah.

Baca Juga: WNA Penumpang Kereta Api Alami Peningkatan di Daop 9 Jember

"Selasa kemarin kita menggelar sosialisasi di Stasiun Kota Malang untuk memberikan edukasi dan pemahaman. Kita paparkan bahwa kegiatan atau aktivitas yang berdekatan dengan jalur KA sangat membahayakan warga serta KA itu sendiri," ujarnya, Rabu (22/6/2022).

Disinggung lokasi penertiban tersebut, Heri menegaskan mulai dari jalur rel kereta api Kotalama, Jagalan, hingga Depo Pertamina dengan panjang sekitar 1,3 kilometer. Kategori yang diterbitkan semua baik bangunan semi-permanen atau tetap dari sebelah kanan dan kiri sekitar 6 meter dari rel kereta api.

"Kita hanya ingin mengedepankan aturan, terlebih di undang-undang memang juga dilarang. Agar semua lancar tanpa kendala kita bekerjasama dengan TNI, Polri dan Pemkot Malang untuk lebih gencar mensosialisasikan penertiban," imbuh dia.

Dari pendataan memang ada kurang lebih sekitar 301 KK yang bakal terdampak dari sterilisasi tersebut. Ditanya apakah ada kompensasi untuk warga dan batas waktunya? Dirinya belum bisa menjelaskan secara detail.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

"Nanti ada mekanismenya dan surat keputusannya, apakah digantirugi atau gimana? Lalu waktu juga begitu kan ini masih sosialisasi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW 7, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Ahmad Zakaria mengaku belum mengetahui secara jelas terkait rencana dari penertiban bangunan yang ada.

"Saya belum melakukan sosialisasi yang menyeluruh kepada warganya karena belum tahu secara detail. Saya baru dapat undangan Selasa kemarin," paparnya.

Baca Juga: Daop 9 Resmi Operasikan KA Sangkuriang Rute Banyuwangi-Bandung

Dirinya pun pasrah bila ada penertiban di daerahnya apalagi di wilayahnya ada 180 KK.

"Dilihat nanti bagaimana sosialisasinya, apakah ada kompensasi pada warga, dan sebagainya. Kita cuma bisa pasrah," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.