Sabtu, 20 Jun 2026 06:11 WIB

Ratusan Guru Honorer Lolos PPPK di Ponorogo Istigasah, Ini Harapannya

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 21 Jun 2022 15:01 WIB
Guru honorer melakukan istigasah (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Guru honorer melakukan istigasah (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Ratusan guru honorer di Kabupaten Ponorogo melakukan istigasah di Masjid Agung. Mereka adalah guru honorer yang sudah lolos passing grade dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) namun masih menanti pengangkatan.

Mereka tampak khusyuk bermunajat. Tidak hanya guru honorer yang muda, tetapi terlihat mereka yang telah puluhan tahun mengabdi tetapi harus kecewa dengan peraturan yang ada.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Mereka khawatir tidak segera bisa menjadi PPPK. Pasalnya, pihak Kabupaten Ponorogo hingga kini belum ada kabar membuka formasi bagi guru honorer yang lolos passing grade.

"Kita dari forum guru honorer lolos passing grade agenda doa bersama tujuan mohon dan berdoa supaya daerah Ponorogo ini menyediakan formasi," ujar Ketua Forum Guru Honorer di Ponorogo, Widi Kurniawan, Selasa (21/6/2022).

Diterangkan, sesuai isi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 20 Tahun 2022, terisi prioritas pertama.

Baca Juga: DPRD Jember Soroti Rendahnya Gaji PPPK Nakes, Ancam Evaluasi Kadinkes

PPPK 2020 dalam aturan pusat, tahap 3 seharusnya sudah ada formasinya. Namun dilebur jadi satu di tahun 2022. Artinya mereka yang lolos seleksi tahun 2021, akan dimasukkan di tahun 2022.

"Kami khawatir karena usulan dari daerah, yang bisa memenuhi kebutuhan yang ada di daerah. Tapi tujuan murni akan dapat formasi. Tahun 2021 sudah mengajukan formasi sangat banyak, dan kita tercecer di 2021 agar sudah melalui ambang batas dapat formasi," urainya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan, pihaknya selalu mengawal agar yang masuk dalam passing grade mendapatkan slot. Tetapi sesungguhnya formasi Pemkab Ponorogo adalah 2.400. Yang telah terpenuhi 974 pada tahap 1. Sedangkan tahap 2 ada 410 formasi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sugiri menyakini para guru yang melakukan istigasah ada formasi.

"Kami mendorong memang harus ada formasi. Beban kami sangat panjang termasuk beban gaji. Dengan itu semoga kami bisa mendorong PAD. Jadi bisa menggaji mereka," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.