Jumat, 12 Jun 2026 00:11 WIB

Pria Lulusan Pondok Pesantren ini Ditangkap Karena Curi Motor

  • Penulis :
  • | Rabu, 07 Mar 2018 16:25 WIB
Tersangka bersama Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar
Tersangka bersama Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar

jatimnow.com - Jalan yang dipilih M Faisal ini benar-benar diluar dugaan. Bayangkan saja, pascalulus dari sebuah pondok pesantren di Surabaya, remaja 18 tahun itu malah hidup dijalanan sebagai pengamen.

Dunia mengamen membuatnya kalap, selain memasang tato disekujur tubuhnya, remaja asal Jalan Joyoboyo Timur Surabaya itu berbuat kriminal. Tercatat sudah 6 kali dia mencuri motor. Bagaimana kisahnya?

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Jika dilihat, wajah Faisal memang sama sekali tak garang. Namun, tato yang menghiasi tubuhnya, seolah menyampaikan pesan bahwa dirinya sudah total memilih jalan hidupnya. 

"Iya Pak, saya pernah mondok (di ponpes) dua tahun. Tapi setelah itu saya mengamen di jalanan," aku Faisal di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (7/3/2018).

Sesaat kemudian, Faisal bahkan ingin meyakinkan polisi bahwa dirinya jebolan pesantren. Dia pun mengaji dalam keadaan tangan masih terborgol.

"Saya terpaksa mencuri Pak. Saya ingin menyumbang biaya sekolah adik-adik saya. Jadi setiap kali dapat uang dari motor curian, selalu saya berikan ke adik-adik saya," imbuhnya.

Faisal sendiri ditangkap Tim Anti Bandit Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Selasa (6/3/2018) di Jalan Kedung Cowek saat hendak menjual motor curian ke Madura.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Penangkapan itu berdasarkan laporan SH, warga Bumiarjo Surabaya, korban pencurian motor. Sebab dari laporan itu, pelakunya teridentifikasi atas nama Faisal.

Faisal, diamankan beserta barang bukti berupa motor Suzuki Satria FU L 4901 TF, yang dicurinya.

Dari hasil pemeriksaan, Faisal menyasar motor-motor di daerah Wonokromo Surabaya. Kadang dia beraksi sendirian, kadangkala bersama temannya.

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

"Motor hasil curian dia jual ke Madura. Antara 2 juta hingga 4 juta," beber Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar.

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.