Senin, 22 Jun 2026 20:37 WIB

Kalah Menyakitkan dari Arema FC, Pelatih Persik Kediri Enggan Komentari Wasit

Pemain Persik Kediri berduel dengan pemain Arema FC.(Foto: Media Officer Persik Kediri/Jatimnow.com)
Pemain Persik Kediri berduel dengan pemain Arema FC.(Foto: Media Officer Persik Kediri/Jatimnow.com)

Kediri - Persik Kediri terpaksa menerima kekalahan menyakitkan dari Arema FC saat laga kedua Grup D Piala Presiden 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (15/6/2022) malam. Gol kemenangan Singo Edan dicetak Irsyad Maulana melalui penalti kontroversial di penghujung laga.

“Pertandingan yang seru, yang normal sampai menit 89,” kata Pelatih Persik Kediri Javier Roca dengan senyum sinisnya usai laga.

Baca Juga: Serunya Asmorobangun Cup, Tarkam yang Efektif Jaring Talenta Sepak Bola Muda Kediri

Pelatih asal Chile itu enggan mengomentari kepemimpinan wasit Ginanjar Rahman Latief yang dianggap banyak merugikan Arthur Felix dan kawan-kawan sepanjang pertandingan. Di laga malam tadi, Persik Kediri bukan tampil buruk. Babak pertama memang Arema lebih menguasai laga. Namun usai turun minum, Persik Kediri mampu mengontrol permainan. Laga pun berlangsung seru. Macan Putih sudah berjuang mati-matian.

Tapi petaka datang sebelum laga usai, tepatnya di masa injury time. Arema FC mendapatkan hadiah penalti kontroversial setelah Agil Munawar menjatuhkan pemain depan Arema. Sebenarnya dari tayangan ulang terlihat bahwa kejadian itu di luar kotak terlarang. Namun wasit tetap menunjuk titik putih untuk Singo Edan.

"Sebenarnya laga berlangsung seru. Babak pertama kami memang banyak tertekan. Namun kami babak kedua Persik lebih bisa mengontrol permainan, ada sedikit kesalahan serta konsentrasi sehingga kami harus menerima kekalahan," jelas Roca.

Baca Juga: Cerita 2 Pemain Asing Arema FC, Terpaksa Tinggalkan Klub karena Cedera Parah

“Saya juga selalu berpikir positif. Jika menurut wasit itu penalti, ya sudah. Namun saya memang menyayangkan terjadi di menit akhir, tetapi saya pikir ini kesalahan kami dan bukan siapa-siapa," tambahnya.

Hasil ini membuat persaingan di Grup D semakin ketat. Mengingat keempat tim sama-sama memperoleh tiga poin dengan selisih gol sama. Laga pamungkas yang akan dimainkan Minggu (19/6/2022) mendatang akan menjadi pertandingan hidup mati bagi keempat tim yang masih berpeluang lolos ke babak 8 besar.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Kenalkan 5 Amunisi Baru, Eks Kiper PSM hingga Legenda Persik

Javier Roca menyebutkan, peluang anak asuhnya untuk lolos ke babak selanjutnya masih terbuka lebar. Ia pun akan berupaya membangkitkan kembali daya juang anak asuhnya di laga kontra PSM Makassar. Di laga itu, Javier Roca akan mencoba bermain atraktif untuk meraih hasil maksimal.

“Masih ada waktu untuk memperbaiki kekurangan yang ada di pertandingan melawan Arema malam ini," pungkas Roca.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.