Rabu, 17 Jun 2026 17:43 WIB

Dua Calon Dukun Pandita Bakal Jalani Wisuda Mulunen di Puncak Kasada

Warga melakukan persiapan untuk mengikuti puncak Kasada di Gunung Bromo (Foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Warga melakukan persiapan untuk mengikuti puncak Kasada di Gunung Bromo (Foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

Probolinggo - Dua warga Hindu Tengger Gunung Bromo bakal mengikuti ujian calon Dukun Pandita atau Mulunen dalam Yadnya Kasada Tahun 1944 Saka, yang akan digelar pada Kamis (16/6/2022) sekitar pukul 03.30 WIB.

Dua warga yang bakal menjalani prosesi Mulunen itu adalah Sutris, warga Desa Kedasih, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dan Nur Fadli, asal Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, dua calon Dukun Pandita ini merupakan dukun baru dan bukan pengganti dukun sebelumnya.

"Untuk yang dari Desa Kedasih ini memang menambah Dukun Pandita baru. Sementara Desa Gubukklakah memang Dukun Panditanya baru satu. Jadi jumlah dukun di setiap desa itu tergantung dari kebutuhannya," terang Bambang, Rabu (15/6/2022).

Bambang menjelaskan, untuk bisa mengikuti prosesi Mulunen, warga Hindu Tengger harus memenuhi syarat administrasi dan lulus mantra Mulunen 100 persen.

Untuk administrasi meliputi beragama Hindu, tidak cacat jasmani dan rohani, berkelakuan baik, memiliki ijazah setidak-tidaknya SLTP. Jika tidak, maka bisa menyesuaikan serta membawa surat pengantar dari kepala desa.

"Kalau mantra Mulunen tidak hafal 100 persen, maka masih bisa diulang sekali lagi. Kalau sudah dua kali tetap masih gagal, maka dinyatakan tidak lulus dan bisa diulang tahun depannya," jelas dia.

Menurut Bambang, Mulunen atau Wisuda Samkara merupakan prosesi upacara ujian sekaligus pengukuhan Dukun Pandita baru. Pengujinya merupakan Ketua Paruman Dukun Tengger Sutomo.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Mulunen ini masuk dalam rangkaian ritual Yadnya Kasada. Tahapannya meliputi pembacaan Sejarah Kasada, Puja Stuti Dukun Pandhita, Mulunen/Pengukuhan Dukun Pandita Baru, Mekakat atau upacara penutup serta korban suci/Nglabuh ke kawah Gunung Bromo," terangnya.

Bambang menerangkan, Mulunen ini belum tentu ada setiap tahun. Karena tergantung desa ada yang kosong atau membutuhkan tambahan Dukun Pandita baru.

"Saat ini statusnya masih calon. Besok kalau sudah dinyatakan lulus Mulunen baru bisa menjadi Dukun Pandita. Jika sudah lulus, nanti akan mendapatkan SK dan sertifikat yang dikeluarkan oleh Paruman Dukun Pandita Tengger," tegasnya.

Bambang menyebut, apabila sudah lulus menjadi Dukun Pandita, maka tidak boleh menyimpang dari ajaran agama Hindu, menjaga etika dan adat istiadat serta tidak melanggar hukum nasional. Misalnya tersangkut kasus kriminal dan lain sebagainya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Namanya juga manusia, kalau misalnya tersandung kasus kriminal, maka SK-nya akan dicabut dan tidak bisa menjadi Dukun Pandita lagi. Jadi kalau lulus, harus benar-benar menjalankan tugasnya sebagai Dukun Pandita," papar dia.

Masih kata Bambang, status Dukun Pandita ini bisa berlaku seumur hidup. Namun tidak berlaku lagi apabila yang bersangkutan mengundurkan diri atau meninggal dunia.

"Mengundurkan diri ini alasannya beragam dan tergantung dari yang bersangkutan. Salah satunya sudah merasa tidak mampu menjadi seorang Dukun Pandita," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.