Kamis, 18 Jun 2026 00:46 WIB

Tebus Ijazah SMA, Pemkot Surabaya Gelontorkan Rp1,7 Miliar

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menyerahkan ijazah SMA kepada ratusan siswa di Surabaya.(Foto: Pemkot Surabaya/jatimnow.com)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menyerahkan ijazah SMA kepada ratusan siswa di Surabaya.(Foto: Pemkot Surabaya/jatimnow.com)

Surabaya - Dunia pendidikan menjadi salah satu perhatian Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Bentuk perhatian itu melalui dukungan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya terhadap penyelesaian administrasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) 729 pelajar SMA sederajat di Kota Pahlawan.

Tak main-main, Eri Cahyadi bersama Baznas menyelesaikan administrasi tunggakan 729 pelajar SMA sederajat dengan total Rp1,7 miliar. Ijazah tahun 2020-2021 tersebut sebelumnya ditahan pihak sekolah lantaran para pelajar masih memiliki tunggakan administrasi SPP.

Eri Cahyadi bersama pengurus Baznas Surabaya secara langsung menyerahkan ijazah yang sudah ditebus kepada ratusan siswa. Penyerahan ijazah berlangsung di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya, Selasa (14/6/2022).

"Alhamdulillah, hari ini anak-anakku semua bisa menerima ijazah yang memang menjadi haknya kalian semua. Karena bagaimanapun, ijazah ini sangat penting untuk meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi ataupun untuk bekerja," kata Eri.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Eri mengatakan, sebenarnya ada lebih dari 729 pelajar SMA sederajat yang ijazahnya masih ditahan pihak sekolah. Namun, dia memastikan saat ini Baznas masih terus menyelesaikan proses klarifikasi jumlah ijazah pelajar tersebut.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Masih dalam proses klarifikasi yang dilakukan Baznas," sambung mantan Kepala Bappeko itu.

Tak lupa, Eri juga mengucapkan terima kasih kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebab uang yang digunakan untuk tebus ijazah berasal dari zakat yang dibayarkan ASN melalui Baznas.

"Memang zakat adalah kewajiban, dan sekarang bisa dilihat bahwa zakat yang diberikan itu bisa membahagiakan sesama umat. Anak-anak yang tidak bisa mendapatkan ijazah, akhirnya hari ini bisa mendapatkan," tandasnya.

Oleh sebabnya, Cak Eri memastikan bahwa upaya untuk membantu kesulitan pelajar SMA/SMK sederajat di Surabaya akan terus dilakukan. Ia menginginkan ke depan tidak ada lagi ijazah pelajar SMA sederajat yang ditahan pihak sekolah.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

"Kami terus lakukan dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jatim. Semoga tidak ada lagi anak-anak Surabaya yang tidak bisa menebus ijazahnya karena ada utang," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.