Jumat, 12 Jun 2026 08:38 WIB

Gandeng Bank Jatim, Pemkot Surabaya Launching KatePay

Launching program KatePay di SMP Negeri 42 Surabaya, Selasa (14/06/22).(Foto: Humas Pemkot Surabaya)
Launching program KatePay di SMP Negeri 42 Surabaya, Selasa (14/06/22).(Foto: Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan langkah percepatan transformasi digital di lingkungan sekolah dengan melaunching program KatePay di SMP Negeri 42 Surabaya, Selasa (14/06/22). Bekerja sama dengan Bank Jatim, launching ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemkot Surabaya dalam Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang telah dicanangkan pemerintah.

Secara teknis, Bank Jatim memberikan support kepada Pemkot Surabaya dengan menciptakan ekosistem KatePay yang dapat memudahkan pelajar sekolah di Surabaya dalam melakukan transaksi keuangan digital di sekolah. KatePay nantinya dapat digunakan para pelajar untuk melakukan pembelian makanan dan minuman yang tersedia di kantin sekolah.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bank Jatim. Sebab telah memberikan support kepada Pemkot Surabaya hingga kegiatan launching KatePay bisa terselenggara.

"Adanya KatePay menjadi bentuk pembelajaran bagi anak-anak untuk bertransaksi secara non-tunai sejak dini. Jadi ketika anak-anak sudah beranjak dewasa, sudah terbiasa untuk melakukan transaksi nontunai. Selain itu yang tidak kalah penting, dengan adanya KatePay orang tua bisa memantau transaksi keuangan yang dilakukan anak-anak di sekolah," ucap Eri.

Baca Juga: Telkom Dorong Transformasi Digital Pendidikan Melalui Program Pijar Sekolah

"Semoga pilot project yang dilakukan di SMP Negeri 42 dapat dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lain di Surabaya. Jadi kelak anak-anak sekolah di Surabaya dapat terbiasa dalam melakukan transaksi nontunai," sambung Eri.

Direktur Komersial & Korporasi Bank Jatim Edi Masrianto turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan, KatePay adalah salah satu bentuk literasi keuangan untuk mengedukasi proses digitalisasi transaksi perbankan kepada anak-anak sejak dini.

Baca Juga: SIER Pamerkan Mobil Hias Kupu-Kupu Robotik Raksasa di Surabaya Vaganza 2026

"Untuk saat ini SMP Negeri 42 merupakan pilot project di Kota Surabaya. Tapi tidak menutup kemungkinan ke depan akan diadopsi secara masif oleh sekolah-sekolah lain. Pemerintah daerah juga sangat concern untuk memberikan pembelajaran dalam percepatan transformasi digital kepada anak-anak sekolah dan masyarakat. Intinya, Bank Jatim akan support sepenuhnya kepada pemerintah daerah dalam mendukung percepatan digitalisasi keuangan perbankan," jelas Edi.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.