Minggu, 21 Jun 2026 10:26 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Lokasi Syuting Film, Kali Ini Adaptasi Karya Asma Nadia

  • Penulis :
  • | Rabu, 15 Jun 2022 09:10 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama pemain film Anak Penangkap Hantu.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama pemain film Anak Penangkap Hantu.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi - Penulis Asma Nadia kepincut dengan kenyamanan Banyuwangi kala mendampingi syuting film. Hal itu diungkapkannya saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

"Saya jalan kaki dari hotel ke sini (pendopo). Pedestriannya nyaman, bersih. Tidak ada kaki lima dan kendaraan parkir sembarangan," ungkap Asma, Selasa (15/6/2022)

Baca Juga: Mbak Cicha Berangkatkan 20 Kontingen Prestasi Pramuka Penegak Jatim 2025

Asma sudah satu pekan berada di Banyuwangi. Ia sedang merampungkan syuting film yang diadaptasi dari novelnya berjudul “Anak Penangkap Hantu”. Film ini mengajarkan tentang keberanian kepada anak-anak belia Indonesia. Jose Poernomo menjadi penulis skenario dan sutradara film. Jajaran pemerannya antara lain Adhiyat, Muzakki Ramadhan dan Giselle Tambunan serta Adinda Thomas, Andi Boim, Sujiwo Tejo, dan Verdi Solaiman.

“Kami ingin mengeksplorasi keindahan Banyuwangi. Syutingnya full di sini," terang penulis novel Emak Ingin Naik Haji yang juga difilmkan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Asma Nadia yang didampingi produser MNC Pictures Emilka banyak mendiskusikan tentang perkembangan film Tanah Air.

"Kami bertekad untuk membuat film berkualitas bagus, namun sarat dengan nilai-nilai edukasi. Menurut kami, ini bagian dari menjaga anak-anak bangsa," ungkapnya.

Baca Juga: Film Cocote Tonggo Karya Bayu Skak, Wagub Emil: Relevan dengan Kultur

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani mengapresiasi langkah Asma Nadia dalam membuat film di Banyuwangi. Hal ini bagian dari upaya promosi daerah.

“Film menjadi salah satu instrumen yang efektif untuk promosi daerah. Angkor Wat di Kamboja melejit setelah menjadi lokasi syuting Tomb Raider. Ubud pun langsung nge-tren karena jadi latar film Eat Pray Love. Kepada teman-teman pelaku film, Banyuwangi sangat terbuka sebagai destinasi syuting. Banyuwangi punya segudang potensi, tempatnya bersejarah. View-nya indah. SDM-nya lengkap, termasuk di sini banyak anak-anak muda kreatif,” ujar Ipuk.

Bupati Ipuk berterima kasih kepada Asma Nadia dan tim yang berkenan syuting di Banyuwangi.

Baca Juga: Pemenang Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Ternyata Jebeng Banyuwangi 2019

“Semoga nanti bisa syuting lagi di sini atau bahkan menuliskan karya khusus tentang kekayaan budaya kami di Banyuwangi," ungkap Ipuk.

Lebih lanjut, Ipuk menyampaikan bahwa ada banyak hal yang didiskusikan dengan penulis prolifik tersebut. Khususnya tentang dunia perfilman yang mulai semarak di Banyuwangi. Mulai mengangkat nilai dan kultur lokal dalam sebuah festival film, hingga bagaimana melibatkan sineas lokal hingga talent-talent lokal saat suting di Banyuwangi.

"Karena Banyuwangi ini sudah mulai jadi alternatif para film maker sebagai lokasi suting. Imejnya kalau mau suting tentang hutan di Jawa, yang ada di pikiran kita adalah Banyuwangi dengan segala lansekap yang ada. Ada pantai, sawah terasiring, juga warga lokalnya," ucap Emilka.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.