Jumat, 12 Jun 2026 00:55 WIB

Megilan! Desa Mandiri di Lamongan Bertambah 100 Persen Lebih

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta jajaran saat menggelar pemaparan Indeks Desa Mmbangun (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta jajaran saat menggelar pemaparan Indeks Desa Mmbangun (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - 97 desa di Kabupaten Lamongan tercatat sebagai desa mandiri. Hal itu dipicu pembangunan SDM, kualitas hidup masyarakat hingga infrastruktur di Kota Soto yang terus mengalami lonjakan pesat.

Indeks Desa Membangun (IDM) Lamongan yang sebelumnya hanya 34, kini berada di angka 97. Bila diprosentasikan, peningkatan desa mandiri di Lamongan mencapai 185.29 persen.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Seperti yang dilaporkan Kordinator Tim Pendamping Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (P3MD), Moh Mukhlish. Dia menyebut, dari 465 desa di Kabupaten Lamongan, 97 di antaranya dinyatakan berstatus mandiri, 189 desa berstatus maju dan 176 berstatus berkembang.

"Status kemajuan dan kemandirian desa adalah ukuran pengklasifikasian desa dalam rangka menentukan intervensi baik anggaran maupun kebijakan pembangunan desa," terang Mukhlish saat memaparkan desa IDM di hadapan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Selasa (14/6/2022).

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarat Desa (PMD) Lamongan, M. Zamroni menambahkan, dari 97 desa yang berstatus mandiri itu, tiga di antaranya mengalami kenaikan status hingga dua tingkat, dari sebelumnya berkembang langsung menjadi mandiri.

"Dari 97 desa berstatus mandiri ini, ada tiga desa yakni Desa Tejosari, Kecamatan Laren; Desa Parengan, Kecamatan Maduran dan Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng yang awalnya berstatus desa berkembang langsung naik level ke mandiri," jelas dia.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Zamroni menambahkan, kenaikan status IDM ini melewati berbagai capaian indikator. Dan berdasarkan Permendes Nomor 2 Tahun 2016, ada tiga unsur penilaian yang menjadi acuan.

"Yakni Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), yang kesemuanya dapat mempengaruhi nilai IDM," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi capaian yang telah diperoleh. Meski demikian, masih perlu terus ditingkatkan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Percepatan pembangunan daerah merupakan bagian dari iktiar kita menjadikan desa di Lamongan menjadi desa yang berdaya. Di mana salah satu program strategisnya yakni home care service," papar Pak Yes-sapaan akrabnya.

Pemkab Lamongan pun saat ini terus menggenjot IDM mulai dari pendekatan terintegrasi yaitu program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiapsiagaan bencana serta berkolaborasi dengan pihak lain terutama pemerintah desa.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.