Selasa, 23 Jun 2026 14:10 WIB

Teledor! Puskesmas di Jombang Disebut Beri Obat Kedaluwarsa untuk Balita

Obat kadaluarsa yang diberikan Puskesmas Bandarkedungmulyo. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Obat kadaluarsa yang diberikan Puskesmas Bandarkedungmulyo. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Warga Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang mengeluhkan pelayanan Puskesmas Bandarkedungmulyo. 

Puskesmas itu disebut memberikan obat kedaluwarsa pada Balita usia 26 bulan yang sedang sakit. Kini balita yang bernama Keysya Calista Aurela tersebut sakitnya kian parah.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

“Kejadian awalnya itu Senin (6/6) malam kemarin, anak saya mengalami sakit demam, diare dan muntah,” ungkap Kiki Niamitawitami (22), orang tua dari Calista, Jumat (10/6/2022).

Dijelaskan Kiki, kondisi anaknya itu tak membaik hingga keesokan harinya. Akhirnya ia membawa anaknya ke Puskesmas Bandarkedungmulyo pada Selasa sore.

“Paginya sudah sempat saya beri seduhan jahe, sorenya baru dibawa ke Puskesmas karena memang baru ada yang mengantar,” terang Kiki.

Lebih lanjut Kiki mengatakan, setibanya di Puskesmas ia mendapat pelayanan yang kurang mengenakkan dari salah satu bidang di Puskesmas.

"Ada dua bidan, satu pakai kerudung itu ramah, satunya nyolot-nyolot kalau ngomong,” bebernya.

Setelah diperiksa, anaknya itupun diberikan tiga jenis obat. Yakni sebuah sirup, puyer dan oralit. Balitanya juga tak dianjurkan untuk opname di puskesmas itu.

“Setelah diberi obat terus pulang, obatnya juga saya minumkan ke anak saya,” tegasnya.

Namun hingga Kamis (9/6), kondisi anak balitanya justru makin parah. Setelah minum obat dari Puskesmas.

“Bukannya sembuh malah gemetar badannya. Tidak bisa berdiri, lemas, malah diarenya makin parah, muntahnya makin banyak,” ucapnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia pun akhirnya mengecek obat-obat yang diberikan. ternyata, oralit yang diberikan Puskesmas Bandarkedungmulyo diketahui telah kedaluwarsa.

Hal itu, terlihat pada bungkus belakang obat yang menyebutkan tanggal kedaluwarsanya adalah Mei 2022. 

“Setelah tahu itu ya terus dibawa ke bidan lagi, hingga akhirnya disarankan ke RSUD Kertosono, karena kondisi anaknya sudah lemas sekali,” ujarnya.

Hingga Jumat (10/6), Balita Keysya masih menjalani perawatan di RSUD Kertosono. Ia pun berharap, kejadian serupa tidak menimpa keluarga lain di Puskesmas itu. 

Bahkan, salah satu anggota keluarganya yang marah sempat mengunggah informasi itu ke laman Facebook.

Baca Juga: Puskesmas di Surabaya Tetap Buka Selama Ramadan 2026, Ini Jadwal Layanannya

“Ya kecewa saja dengan pelayanannya yang buruk, apalagi ada obat kedaluwarsa,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jombang, drg Budi Nugroho,mengaku belum mendapatkan laporan.

“Saya baru tahu ini, sebelumnya belum ada laporan, terima kasih informasinya,” ungkap Budi.

Budi juga menyebut, akan segera melakukan pemeriksaan dan pengecekan ke Puskesmas Bandarkedungmulyo.

“Setelah ini, kita akan telusuri ke puskesmas untuk kronologi dan wiwayat-riwayat pengobatannya,” tegasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.