Senin, 22 Jun 2026 20:38 WIB

Polisi Dalami Syiar Paham Khilafah Usai Tahan Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 10 Jun 2022 17:22 WIB
Polda Jatim menetapkan Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya Raya jadi tersangka. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Polda Jatim menetapkan Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya Raya jadi tersangka. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya, Aminuddin Mahmud resmi ditetapkan tersangka atas keterlibatannya dalam kegiatan konvoi, pembagian brosur, dan mengimbau masyarakat untuk mendukung Khilafatul Muslimin saat konvoi rute Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu (29/5/2022) lalu.

Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim kini tengah mendalami lagi apakah Aminuddin ada kaitannya dengan syiar paham khilafah dengan tujuan mendirikan negara.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Tersangka ini ada koneksi langsung dengan Abdul Qodir Hasan Baraja di Lampung, untuk melaksanakan syiar paham khilafah dengan tujuan mendirikan negara khilafah, yang itu dilaksanakan 29 mei 2022 lalu. Nah, ini sekarang yang masih akan terus kami dalami lagi," jelas Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto, Jumat (10/6/2022).

Menurut Totok, konvoi yang dilakukan Khilafatul Muslimin itu dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia pada 29 Mei 2022. Selain di Surabaya, konvoi serupa juga digelar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung.

Dalam konvoi itu, cara yang dilakukan Khilafatul Muslimin di berbagai daerah juga sama. Yakni menyebar brosur, mengimbau dan mengajak masyarakat mendukung Khilafatul Muslimin pimpinan Abdul Qodir Hasan Baraja di Lampung.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Selain paham syiar khilafah, Totok menyebut penyidik saat ini juga tengah mendalami sumber dana Khilafatul Muslimin Surabaya Raya.

"Kalau sementara dari barang bukti yang diamankan, sumber dananya masih iuran yang sifatnya oleh anggota. Tapi saat ini masih pendalaman apakah ada dana dari luar atau tidak," ungkapnya.

Diketahui, Abdul Qadir Hasan Baraja mendirikan Khilafatul Muslimin pada tahun 1977. Kemudian, Abdul Qadir Hasan Baraja juga turut dirikan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pada tahun 2000.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Khilafatul Muslimin juga disebut memiliki kedekatan dengan kelompok radikal. Kendati demikian, lanjut Totok, penyidik masih mendalami lebih lanjut untuk memastikan apakah Khilafatul Muslimin terafiliasi dengan jaringan terorisme.

"Saat ini kami masih dalam proses pendalaman terkait jaringan itu. Sementara untuk satu tersangka (Aminuddin), tadi malam sudah langsung dilakukan penahanan. Yang pasti, akan terus kami dalami, kembangkan," pungkas Totok.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.