Selasa, 23 Jun 2026 02:07 WIB

Berwisata Suasana Abad ke-14 di Kampung Majapahit, Desa Bejijong Mojokerto

Salah satu rumah Majapahit di Kampung Wisata Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Salah satu rumah Majapahit di Kampung Wisata Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

Mojokerto - Berkunjung ke Desa Wisata Majapahit Bejijong di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang sarat nuansa zaman Kerajaan terbesar di Indonesia, wajib hukumnya bagi pelancong ke Mojokerto.

Di sini, bisa menikmati suasana abad ke-14 yang asri dan nyaman bagi wisatawan. Desa Wisata Majapahit Bejijong menyabet 50 besar dalam ajang Desa Wisata Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan mengandalkan wisata peninggalan Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Astra Dukung Warisan Karst Rammang-Rammang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna menuturkan, di desanya ada beberapa destinasi wisata yang menyajikan sejarah seperti Candi Brahu, Kampung Majapahit atau homestay, Situs Siti Inggil dan Mahavihara.

"Teman-teman atau wisatawan yang ingin merasakan ruang waktu yang berbeda bisa menginap di homestay Majapahit," kata Pradana, Jumat (10/6/2022).

Candi Brahu, situs bangunan bersejarah di kawasan Desa Wisata Bejijong, Mojokerto.Candi Brahu, situs bangunan bersejarah di kawasan Desa Wisata Bejijong, Mojokerto.

Terdapat 198 rumah Majapahit, 50 disiapkan menjadi homestay dan digunakan untuk penginapan bagi wisatawan. Sementara lainnya dipakai untuk toko, tempat penjualan kesenian dan lainnya.

Rumah itu nampak sederhana dengan pondasi batu bata, genting juga kamar mandi disulap seperti masa kerajaan terbesar di bumi Nusantara dulu.

Baca Juga: Unggulkan Wisata Edukasi dan Konservasi, Desa di Trenggalek Ini Raih Penghargaan

Menurut Pradana, pihaknya menyiapkan dua paket wisata dengan harga Rp300 ribu hingga Rp450 ribu bagi wisatawan.

"Wisatawan satu hari full di kampung Majapahit dan bisa merasakan kembali suasana masa kerajaan. Para wisatawan juga menginap di homestay," paparnya.

Salah satu pemilik homestay di Kampung Majapahit, Sukiman menjelaskan, bagi para wisatawan akan mendapatkan satu kali makan dan makanan ringan jika menginap.

"Per orang (membayar) Rp180 ribu. Ada dua kamar namun tersedia tiga kasur. Wisatawan dapat sarapan 1 kali dan sore hari snack sama kopi," ungkapnya.

Baca Juga: PELNI Resmikan Desa Mandiri di Batu, Dukung Ketahanan Pangan dan Pasokan Kapal

Situs Siti Inggil di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.Situs Siti Inggil di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

Desa Bejijong tidak hanya mengandalkan wisata sejarah Majapahit, namun juga ada wisata edukasi seperti tari dan UMKM pembuatan kuningan, telur asin asap serta batik.

"Ada tiga produk UMKM kami dan sudah ada beberapa lembaga yang menangani dengan bersama pelaku usaha tersebut. Kami menyiapkan jangka panjang dengan pembinaan sumber daya manusia dengan pemikiran akan pentingnya wisatawan yang masuk ke sini," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.