Senin, 15 Jun 2026 12:20 WIB

Disnak Bangkalan Imbau Peternak Pakai Obat Tradisional Hadapi Wabah PMK

Grafis Disnak Bangkalan for Jatimnow.com
Grafis Disnak Bangkalan for Jatimnow.com

Bangkalan - Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bangkalan terus meluas. Bahkan seluruh kecamatan di Bangkalan sudah ada laporan suspect PMK. Total sapi yang dilaporkan suspect PMK sebanyak 1.650 ekor. Tertinggi laporan suspect PMK meliputi Kecamatan Blega, Galis, Modung, Kokop dan Tanah Merah. Angkanya di atas 100 ekor. Bahkan untuk Blega mencapai 545 ekor.

Untuk menanggulangi wabah PMK, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Bangkalan menganjurkan peternak untuk memakai obat-obatan tradisional. Sebab obat dari bahan kimia stoknya menipis.

Baca Juga: 14 Mobil Dinas Bekas Pemkab Bangkalan Akan Dilelang

"Untuk pertolongan pertama bisa memakai obat-obatan tradisional. Itu juga bisa dilakukan peternak sendiri. Obat tradisional murah meriah, ada di lingkungan sekitar," terang Kabid Keswan Disnak Kabupaten Bangkalan drh Ali Makki, Jumat (10/6/2022).

Jubir Satgas Petasan SIAGA PMK itu juga menjelaskan, untuk perawatan luka pada kaki hewan ternak yang terkena PMK bisa dengan formalin. Cairan tersebut dilarutkan dengan air lalu disemprotkan pada kaki hewan yang luka. Hal ini dilakukan 3 kali dalam sehari.

Baca Juga: Perangkat Desa di Bangkalan Wajib jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Bisa juga dengan garam. Caranya, garam 3 sendok makan dilarutkan dalam air satu liter. Setelah itu disemprotkan pada kaki hewan yang luka. Lalu keringkan kaki dan usahakan lantai dalam keadaan kering.

"Hewan besar relatif lebih tahan yang penting pertolongan pertama. Ini yang bisa dilakulan Disnak sembari menunggu obat-obatan kimia datang. Memang obatnya semakin menipis, kasusnya tambah banyak," papar Ali Makki.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Bangkalan Tak Mau Ganti Mobdin Baru

Mulai 1 Juni sampai 8 Juni 2022, tercatat ada 1.000 ekor lebih sapi yang dilaporkam suspect PMK. Diharapkan para peternak bisa memakai obat-obatan tradisional untuk mengobati sapinya yang sakit. (Syaiful Islam)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.