Senin, 08 Jun 2026 08:39 WIB

DPRD Jember Desak Tambak Tanpa Izin Ditutup!

Komisi B DPRD Jember saat melakukan sidak tambak liar Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas (Foto-foto: Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)
Komisi B DPRD Jember saat melakukan sidak tambak liar Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas (Foto-foto: Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)

Jember - Komisi B DPRD Jember mendesak agar tambak-tambak baru di pantai selatan yang belum mengantongi izin ditutup.

Desakan itu disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Jember David Handoko Seto saat sidak bersama dan anggota lainnya di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga: Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Dia menyebut, saat ini tambak liar semakin meraja lela dan masih ada pembiaran dari pemerintah daerah.

"Pantauan di lapangan, tambak-tambak baru hanya berjarak 20 meter dari bibir pantai selatan, mulai dari wilayah Desa Kepanjen hingga Desa Paseban, Kecamatan Kencong," jelas David, Rabu (8/6/2022).

David menambahkan, sebagian tambak ini kondisinya cukup bervariasi. Ada yang masih tahap pembangunan pondasi dengan mengunakan alat berat, juga terdapat yang sudah mulai beroperasi.

"Setelah kita gali informasi ke desa dan kecamatan, ternyata dasar pendirian bangunan itu mayoritas penambak hanya berbekal Hak Guna Pakai (HGP) yang diterbitkan oleh pemerintah desa setempat. Bahkan sebagian lain juga tidak mampu menunjukan izin apapun," jelas dia.

David dan rombongan juga menemukan sebagian dari tambak baru di Desa Kepanjen, ternyata pemiliknya bukan warga Jember, tapi justru warga Surabaya.

Sedangkan, lanjutnya, pemborong proyek bangunan sebagain tambak anyaran ini justru banyak yang dari luar kota seperti Situbondo dan pengawas proyeknya orang Bondowoso.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

"Hal ini perlu ditertibkan, karena yang mengelola dari luar kabupaten (Jember), tapi tidak ada izin dan pajak masuk ke kabupaten," ungkapnya.

Komisi B DPRD Jember saat melakukan sidak tambak liar Desa Kepanjen, Kecamatan GumukmasKomisi B DPRD Jember saat melakukan sidak tambak liar Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas

"Tambak ini tidak berizin. Memiliki nilai investasi ratusan miliar. Jangan-jangan ada oknum yang bermain. Soalnya terkesan ada pembiaran dari pemda," sambung David.

Menurutnya, ada pengakuan dari petambak bahwa mereka tidak mengantongi izin apapun. Tetapi berani membangun tambak di area sepadan pantai.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Sementara salah satu petambak, Abdul Haris mengaku bahwa pembanguan tambak barunya itu dibangun setelah Hari Raya Idul Fitri 2022, berdasarkan surat izin dari Kades Kepanjen dan sudah diterbitkan sejak 15 tahun lalu.

"Karena warga di sini yang terdekat dari jalur lintang selatan dimintai KTP, kemudian diserahkan oleh RT-nya ke desa. Kemudian dari desa timbul surat kelola tersebut, dengan ukuran 75 meter ke selatan, sampai bibir pantai," beber dia.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.