Kamis, 18 Jun 2026 01:19 WIB

Harga Cabai Mahal, Produsen Sambal Pecel di Kediri Berhenti Produksi

Produk sambal pecel milik Ari Wibowo.(Foto: Yanuar Dedy/Jatimnow.com)
Produk sambal pecel milik Ari Wibowo.(Foto: Yanuar Dedy/Jatimnow.com)

Kediri - Harga cabai rawit dan merah besar yang terus melambung membuat produsen sambal pecel di Kediri resah. Saat ini mereka memilih berhenti produksi. Sebab umumnya pelanggan keberatan jika harga jual harus dinaikkan.

Para produsen masih belum tahu sampai kapan mereka akan berhenti produksi. Sebab jika tetap produksi, usaha mereka akan terancam gulung tikar. Ari Wibowo, salah satu produsen sambal pecel di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, sudah tiga hari ini berhenti produksi dan terpaksa meliburkan 12 karyawannya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

“Cabai rawit di tingkat pengepul terus naik apalagi di tingkat pedagang,” kata Ari, Rabu (8/6/2022).

Saat ini, harga cabai rawit di tingkat pengepul mencapai Rp85 ribu dan di tingkat pedagang bisa tembus Rp90 ribu per kg. Begitu pula dengan harga cabai merah besar, di tingkat tengkulak mencapai Rp53 ribu dan di pasaran bisa mencapai Rp65 ribu per kg.

Menurut Ari, untuk memproduksi 1,5–2 kuintal sambal pecel dalam satu hari membutuhkan 8 kg cabai rawit dan 15 kg cabai merah. Sedangkan dia menjual sambal pecel siap saji seharga Rp30 ribu per kg.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“Makanya saya milih berhenti produksi, karena usaha ini sangat tergantung dengan cabai rawit dan cabai merah. Sempat saya naikkan harga, tapi malah dikomplain. Pelanggan tidak mau beli kalau harganya naik,” tambah Ari.

Selama ini, sambal pecel hasil produksinya biasa dikirim ke sejumlah pelanggan. Tidak hanya dari Kediri dan sekitarnya, melainkan juga ke luar daerah. Mulai ke Malang, Surabaya, Jakarta hingga Kalimantan.

“Semua saya stop dulu, nunggu harga cabai turun. Mungkin maksimal saya tunggu sampai satu minggu lah, kalau kelamaan juga kasihan karyawan saya,” pungkasnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Para produsen sambal pecel saat ini hanya berharap pemerintah bisa menurunkan atau menstabilkan harga cabai agar mereka bisa kembali melakukan produksi.

Sementara menurut Ryan Farrel, salah satu pedagang cabai di Pasar Grosir, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, hari ini harga cabai rawit mencapai Rp82 ribu-Rp85 ribu perk kg. Di tingkat pedagang, harga cabai mencapai Rp90 ribu-Rp100 ribu per kg. Kenaikan terjadi secara bertahap sepekan terakhir. Kondisi ini disebabkan minimnya stok cabai dari petani di wilayah Kabupaten Kediri seperti Pagu dan Puncu. Para pedagang mendapat pasokan dari Banyuwangi.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.