Kamis, 18 Jun 2026 00:59 WIB

Petugas Sita Paku hingga Palu dari Jemaah Haji Asal Lamongan

Barang-barang sitaan dari jamaah haji asal Kabupaten Lamongan. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Barang-barang sitaan dari jamaah haji asal Kabupaten Lamongan. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Embarkasi Surabaya, menyita sejumlah barang bawaan jemaah haji kloter 5 asal Kabupaten Lamongan.

Barang-barang itu di antaranya ada paku, palu, pisau, silet, tali tampar, cobek hingga uleg-uleg. Barang-barang tersebut disita oleh petugas saat diidentifikasi menggunakan mesin X-ray, saat para jamaah akan menaiki bus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Dari kloter 5 asal Lamongan ternyata ada cobeknya, mungkin mau dibuat ngulek sambel di sana," ucap Kakanwil Kemenag Jatim, Husnul Maram, Rabu (8/6/2022).

"(Lalu) Jemaah yang ingin membawa gunting, silet, pisau silahkan dimasukkan koper bagasi saja, jangan ditaruh di tas tenteng," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Maram menuturkan, cobek tersebut akhirnya diamankan petugas haji daerah dan dibawa pulang ke Lamongan. Barang itu bisa diambil kembali oleh pemilik sekembalinya dari tanah suci di Kantor Kemenag setempat.

"Cobek tidak boleh dibawa di dalam kabin pesawat. Takutnya, bila ada apa apa, barang-barang seperti cobek disalahgunakan untuk melempar atau tindakan anarkis lainnya dalam pesawat, berbahaya," tuturnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Meskipun demikian, Maram menyebut, wawasan masyarakat terkait barang bawaan makin hari makin membaik. Hal ini dibuktikan dari kloter 5 asal Kota Surabaya yang tidak ditemukan adanya cairan diatas 100 ml dalam tas tenteng jemaah.

"Jadi dari 146 tas tenteng jemaah kloter 5 asal Surabaya, petugas tidak mengamankan cairan ataupun gel sama sekali. Hanya mengamankan benda tajam seperti gunting, silet, paku, dan palu saja," jelasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.