Senin, 22 Jun 2026 02:37 WIB

DPRD Desak Pemkab Lamongan Perbaiki Sistem Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Komisi B DPRD Lamongan saat menggelar RDP di Ruang Banggar.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Komisi B DPRD Lamongan saat menggelar RDP di Ruang Banggar.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Komisi B DPRD Lamongan mendesak agar pemerintah kabupaten (pemkab) setempat segera memperbaiki sistem penyaluran pupuk bersubsidi. Hal itu menyusul adanya laporan dari sejumlah petani yang tidak mendapat jatah pupuk bersubsidi.

Menghindari polemik lebih besar, mengingat saat ini petani memasuki musin tanam yang apabila terjadi kelangkaan pupuk unjuk rasa besar-besaran bisa terjadi di Lamongan. Komisi B pun menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah dinas terkait, Selasa (7/6/2022). Rapat tersebut di hadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Lamongan, Kepala Dinas Perikanan Lamongan, produsen pupuk, distributor pupuk dan kios pupuk yang ada di Lamongan.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan Anshori mengungkapkan, hingga hari ini penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani di Lamongan masih belum sempurna.

"Masih banyak petani Lamongan yang sudah terdaftar di RDKK. Tetapi mereka tidak mendapatkan pupuk. Kami berharap sistem penyaluran pupuk segera diperbaiki agar para petani yang telah terdaftar di RDKK secepatnya mendapatkan haknya," ucapnya, Rabu (8/6/2022)

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

Selain itu dalam penyaluran pupuk, para PPL juga harus turut mendampinginya seperti sebagaimana tugasnya. Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Lamongan Syukria mengatakan kelangkaan pupuk itu tidak benar. RDKK subsidi pupuk sudah terserap sebanyak 63 persen.

"Memang terkurangi dari RDKK karena alokasinya yang menentukan itu pusat. Misal RPK kami usulkan jumlah RDKK-nya sekian, tapi yang teralokasikan hanya 60 atau 75 persen," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Kediri Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman dan Harga Sesuai HET

Jadi anggapan petani yang RDKK-nya misalkan membutuhkan 80 ton, sedangkan pusat hanya mealokasikan 75 persen, maka secara otomatis dari 80 ton itu hanya teralokasi 75 persennya.

"Jadi bukan kelangkaan. Tetapi adanya kemampuan negara memberikan alokasi pupuk bersubsidi itu hanya sekian. Selebihnya petani bisa membeli pupuk dengan nonsubsidi," jelasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.