Minggu, 21 Jun 2026 11:22 WIB

Protes Pembangunan Jalan, Warga Kota Probolinggo Ngamuk Nyaris Adu Jotos

Warga adu mulut dan nyaris adu jotos dengan petugas PUPR Kota Probolinggo soal pembangunan jalan.(Foto: Mahfud Hidayatullah)
Warga adu mulut dan nyaris adu jotos dengan petugas PUPR Kota Probolinggo soal pembangunan jalan.(Foto: Mahfud Hidayatullah)

Probolinggo - Proyek pembangunan jalan di RT 1 dan RT 2 RW 6, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, menuai protes warga. Warga sempat adu mulut bahkan nyaris adu jotos dengan petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Probolinggo. Namun berhasil dicegah petugas keamanan.

Sadiono (46), warga setempat mengaku proyek sisi Utara rumahnya masih dikerjakan. Padahal saat pertemuan yang difasilitasi pihak kelurahan sebelumnya, proyek dihentikan alias tidak akan dilanjutkan menunggu persetujuan warga.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

“Waktu pertemuan kedua, proyek akan dihentikan. Lah sekarang kok dikerjakan,” katanya, Rabu (8/6).

Sadiono beserta warga yang lain menolak proyek karena merasa dicederai. Tidak ada angin dan hujan, tiba-tiba lahan milik warga dipasang patok. Bahkan ada tanaman warga dipotong dan dirobohkan.

“Lalu kami melapor ke kelurahan dan difasilitasi dengan pertemuan. Jangankan warga, ketua RT dan RW, pihak desa dan kecamatan saja tidak tahu kalau di sini ada proyek,” tandasnya.

Pertemuan dengan pihak kelurahan dan kecamatan dilakukan dua kali. Pertemuan kedua, disepakati proyek dihentikan sementara. Sadiono menyayangkan hal ini terjadi. Harusnya sebelum proyek dikerjakan, warga yang memiliki lahan di kanan-kiri sungai yang akan dibangun jalan diberitahu atau dikumpulkan di kelurahan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan setempat Lutfi. Disebutkan, sebagai komando dari proyek yang dimaksud, Kholik Kabid Perkim Pada Dinas PUPR.

“Yang menjaga proyek dan memaksa proyek tetap jalan, Pak Kholik. Padahal, informasi dari kelurahan dan kecamatan, dihentikan oleh PUPR,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

Lutfi juga menyebut kalau ada seseorang yang masuk ke rumah warga pemilik lahan meminta tanda tangan persetujuan proyek. Saat ditanya proyek apa, Lutfi menjawab tidak jelas. Jangankan dirinya, lurah dan camat tidak menerima surat pemberitahuan kalau di wilayahnya ada proyek.

“Proyek tidak jelas. Kami tidak tahu. Papan namanya tidak ada. Yang turun Pak Kholik, Kabid Perkim. Saya, lurah dan camat tidak tahu dan kaget kalau ada proyek,” jelasnya.

Lutfi berharap wali kota lebih bijak terhadap ASN yang bersikap meresahkan warga. Ia tidak memungkiri, pada 2019 pernah mengajukan proyek di lokasi yang sama melalui musrembang (Musyawarah Rencana Pembangunan). Namun hingga kini belum dikabulkan pemkot.

“Kami tidak tahu kalau proyek ini, proyek yang pernah kami ajukan. Karena tidak ada pemberitahuan,” pungkasnya.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

Sementara itu, Lurah setempat Wisnu membenarkan kalau proyek yang sempat ditolak warga dihentikan sementara. Yang menyetop Kepala Dinas PUPR melalui Camat Kedopok. Ia juga berterus terang tidak mengetahui proyek yang dimaksud, termasuk camat.

“Yang menghentikan Bu Kadis. Enggak tahu sampai kapan. Mungkin setelah clean and clear,” tandasnya di lokasi proyek.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Sayekto Rini membenarkan, kalau di Kelurahan Sumber Wetan ada proyek perbaikan jalan lingkungan dan ada protes warga pada Selasa (7/6). Pihaknya saat ini masih melakukan identifikasi lokasi. Proyek dilaksanakan karena sebelumnya diusulkan warga.

“Nanti ada rapat lagi kok. Kalau warga tidak setuju atau menolak, ya tidak akan dilaksanakan,” katanya singkat.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.