Jumat, 12 Jun 2026 11:17 WIB

Gagal Dijambret, Pasutri Asal Gresik Tewas Tertabrak Bus di Osowilangun Surabaya

Proses evakausi pasutri tewas tertabrak bus di Tambak Osowilangun, Surabaya.(Foto: Command Center 112)
Proses evakausi pasutri tewas tertabrak bus di Tambak Osowilangun, Surabaya.(Foto: Command Center 112)

Surabaya - Pasangan suami-istri (Pasutri) asal Kebomas, Gresik, tewas tertabrak bus saat melintas di Jalan Tambak Osowilangun, Surabaya. Keduanya terjatuh dari motor setelah berupaya mempertahankan tas yang hendak dijambret. Informasi yang dihimpun dari Command Center 112, peristiwa tersebut terjadi Minggu (5/6/2022) sekitar pukul 16.35 WIB.

Pasutri tersebut adalah Muhammad Agus Turmudhi (44) dan Qomariyatus Sa'adah (42). Keduanya tinggal di Jalan Sunan Giri, Kebomas, Gresik. Saat kejadian, mereka berboncengan mengendarai motor Honda Supra X bernopol W 6955 HW. Sementara bus yang menabraknya bernopol S 7908 UA dan dikemudikan Yoga Agung Widodo (28), asal Tulungrejo, Bojonegoro.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Saksi yang berada di lokasi kecelakaan mengatakan, kedua korban didekati dua pria yang juga mengendarai sepeda motor. Terjadi tarik-menarik antara korban dan dua pria yang terindikasi jambret. Tas korban tidak berhasil digasak. Tapi kedua korban terjatuh. Nahas, pada saat bersamaan sebuah bus melaju dari arah belakang dan melindas korban

Dokter dari Tim Gerak Cepat Barat telah memeriksa dan menyatakan kedua korban telah meninggal dunia. Jenazahnya langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Kasusnya sudah ditangani polisi. Namun sampai Minggu malam, identitas dua pria yang diduga jambret belum diketahui.

Baca Juga: Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Peristiwa tersebut juga dibenarkan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

"Kemarin saya langsung turun ke Polsek Benowo dengan tim Resmob untuk backup penyelidikan atas laporan curas," ujar Mirzal, Senin (6/6/2022).

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Dari hasil penyelidikan sementara, pasutri yang meninggal dunia itu murni kecelakaan. Mengarah pada perampasan.

"Dari keterangan saksi, sebelumnya terjadi tarik-menarik tas korban lalu dilepas oleh pelaku. Terus motor korban oleng jatuh ke kanan. Sedangkan para korban jatuh ke kiri di bawah bus yang melintas," tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.