Sabtu, 20 Jun 2026 10:52 WIB

Pegiat Sejarah Gagas Pembuatan Buku dan Film Soekarno Lahir di Surabaya

Ngobrol Gayeng “Bung Karno Lahir di Surabaya” bersama komunitas pegiat sejarah Begandring Soerabaia di Kafe Lodji, Peneleh. Dihadiri Bambang DH, Andreas Hugo Parera (baju merah), Adi Sutarwijono. (Foto: PDI Perjuangan for jatimnow.com)
Ngobrol Gayeng “Bung Karno Lahir di Surabaya” bersama komunitas pegiat sejarah Begandring Soerabaia di Kafe Lodji, Peneleh. Dihadiri Bambang DH, Andreas Hugo Parera (baju merah), Adi Sutarwijono. (Foto: PDI Perjuangan for jatimnow.com)

Surabaya - Komunitas pegiat sejarah, Begandring Soerabaia, menggelar ngobrol gayeng alias cangkrukan yang membahas Bung Karno lahir di Surabaya, Sabtu (4/6/2022) malam, di Kafe Lodji Besar, kawasan Jalan Peneleh.

Cangkrukan itu bertepatan dengan menyambut peringatan Hari Lahir Soekarno, Senin 6 Juni nanti, yang akan diperingati di Jalan Pendean Gang IV No. 40, rumah lahir Sang Proklamator. Peringatan itu merupakan bagian rangkaian “Bulan Bung Karno” yang digelar setiap bulan Juni.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

“Ngobrol gayeng ini sebagai persiapan menyusun buku Bung Karno Lahir di Surabaya. Dan, persiapan pembuatan film dokumenter “Putra Sang Fajar”, sebutan lain dari Bung Karno, yang lahir di Pandean Gang IV D No. 4 pada 6 Juni 1901,” kata Kuncarsono, pemandu acara sekaligus inisiator acara rembuk itu.

Kuncar berpakaian ala eks-pasukan PETA jaman revolusi, lengkap dengan atribut pedang (replika) samurai. Ia menyebut tertemukannya rumah kelahiran Bung Karno atas peran besar Bambang DH, sewaktu Wali Kota Surabaya 2002-2010, dan almarhum Peter A. Rohi yang dikenal wartawan senior dan kala itu memimpin Soekarno Institute.

“Kita berhutang budi pada Pak Bambang DH dan almarhum Pak Peter A. Rohi yang melakukan penyelidikan dan riset tempat lahir Bung Karno di Surabaya,” ujar Kuncar.

Hadir dalam cangkrukan itu antara lain Andreas Hugo Parera selaku Ketua Panitia Nasional Bulan Bung Karno yang dibentuk DPP PDI Perjuangan dan mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH yang kini anggota DPR RI.

Juga hadir Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, anggota DPRD Kota Surabaya Budi Leksono dan Khusnul Khotimah yang menjabat Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Hadir pula Whisnu Sakti Buana, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, yang kini menjadi Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Serta, penyanyi Andre Hehanusa.

Adi Sutarwijono mendukung penuh upaya menulis buku dan film dokumenter tentang Soekarno yang lahir di Surabaya.

“Karena masih banyak warga masyarakat yang mengganggap Bung Karno lahir di Blitar, seperti dinarasikan rezim Orde Baru. Jadi sejarah harus diluruskan, selurus-lurusnya,” kata Adi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurut Bambang DH, penemuan fakta Soekarno lahir di Surabaya semula dipicu oleh pernyataan almarhum Roeslan Abdulgani, sahabat Bung Karno dan mantan Menteri Luar Negeri, yang asli kelahiran kampung Peneleh.

“Pak Roeslan mengatakan pada saya, bahwa Bung Karno lahir di Surabaya. Kemudian Pak Peter A. Roni yang waktu itu melakukan riset dan penelitian, memperkuat dengan data dan fakta diantaranya berdasar kesaksian data sekunder. Sampai ditemukan rumah kecil di Pandean Gang IV No. 40,” kata Bambang DH.

Pandean Gang IV adalah salah satu kampung di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

“Sebagai generasi muda, kita bangga Bung Karno lahir di Surabaya. Bahwa Bung Karno adalah arek Suroboyo sudah kita declare tahun 2010, saat peringatan Juni Bulan Bung Karno,” kata Whisnu.

Rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean Gang IV No. 40 telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Upaya menulis buku dan membuat film tentang kampung Peneleh dan rumah Bung Karno adalah gagasan bagus sekali. Agar disajikan deskripsi yang lengkap, detail, dan menjadi kebanggaan masyarakat. Kita angkat kawasan ini sebagai destinasi wisata,” kata Andreas Hugo Parera.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Rumah kelahiran Bung Karno dibeli dari penghuni oleh Pemerintah Kota Surabaya, sewaktu Wali Kota Tri Rismaharini. Kunci rumah telah diserahkan ahli waris pada 17 Agustus 2020. Tepat di Hari Kemerdekaan Indonesia.

“Tahun depan, ketika peringatan Bulan Bung Karno, adalah bagus jika dimeriahkan Festival Peneleh. Karena kawasan ini kaya dengan ragam buday masyarakat,” usul Kuncar.

Jagongan bertambah gayeng dengan alunan suara khas penyanyi Andre Hehanusa, yang membawakan lagu Indonesia Tanah Air Beta.

“Kawasan ini layak menjadi tempat anak-anak muda, kaum milenial, dengan sajian ragam kuliner Nusantara, yang menjadi kesukaan Soekarno. Semoga ini bisa diwujudkan. Merdeka…!!!” kata Andre Hehanusa, yang juga membawakan lagu Kuta Bali.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.