Rabu, 10 Jun 2026 15:28 WIB

PMK Meningkat dan 453 Sapi Terinfeksi, Begini Komentar Disnakan Bojonegoro

Pengobatan sapi yang terpapar PMK oleh petugas.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Pengobatan sapi yang terpapar PMK oleh petugas.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di Kabupaten Bojonegoro terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro, tercatat sejak 14 Mei hingga 2 Juni jumlah sapi yang terpapar PMK mencapai 453 ekor yang tersebar di 25 kecamatan dan 114 Desa. 24 Ekor sapi terkonfirmasi sembuh dan 2 ekor mati akibat PMK.

Sekretaris Disnakan Bojonegoro Bambang Sutopo menerangkan, berdasarkan data yang ada jumlah sapi yang terpapar PMK masih bertambah. Menurutnya, bertambahnya kasus PMK dikarenakan lalu lintas hewan ternak masih terjadi. Artinya, masyarakat masih nekat membawa hewan baru dari luar Bojonegoro melalui 'jalur tikus' sehingga tidak terpantau petugas.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Bahkan ada 2 ekor sapi terkonfirmasi mati. Diduga sapi yang mati itu karena sebelumnya sudah mengalami sakit dan kelelahan dalam perjalanan.

"Berdasarkan laporan bulan ini, ada penambahan 52 kasus baru sapi yang terpapar PMK. Sapi yang mati itu adalah sapi baru, kemungkinan sebelumnya sudah sakit," jelasnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Meskipun jumlah kasus PMK masih bertambah, penanganan terhadap virus ini terbilang baik. Hal itu ditunjukkan dengan tingkat kesembuhan hewan ternak sapi yang terpapar PMK juga terus bertambah. Tercatat ada 24 sapi yang terkonfirmasi telah sembuh dari PMK.

"Setelah dilakukan perawatan dengan cepat dan tepat, 24 sapi suspect PMK dinyatakan sembuh," jelasnya.

Baca Juga: Waspada! Ini 5 Titik Rawan Laka dan 3 Area Macet di Bojonegoro

Bambang menambahkan, saat ini ada 3 wilayah yang terkonfirmasi belum ada laporan hewan ternak sapi yang terpapar PMK. Yakni, Kecamatan Bojonegoro, Kecamatan Gondang dan Kecamatan Bubulan. Saat ini Tim gugus tugas penanggulangan penyebaran PMK yang terdiri dari Disnakan, TNI, Polri dibantu BPBD Bojonegoro fokus pada pengobatan dan penanggulangan virus PMK.

"Kami fokus pada pengobatan ternak yang terpapar. Selain itu, upaya pencegahan seperti pengawasan terhadap lalu lintas ternak, penyemprotan disinfektan di pasar hewan, sentra ternak dan RPH, juga terus dilakukan," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.