Sabtu, 20 Jun 2026 23:34 WIB

Jaga Keselamatan, Mas Dhito Minta Jembatan Alternatif Ngadi Ditutup Saat Hujan

Mas Dhito berada di atas jembatan alternatif Ngadi.(Foto: Humas Pemkab Kediri/Jatimnow.com)
Mas Dhito berada di atas jembatan alternatif Ngadi.(Foto: Humas Pemkab Kediri/Jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan evaluasi dalam proses pembangunan Jembatan Ngadi yang menghubungkan Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulungagung. Menurut Mas Dhito, ada catatan terhadap keberadaan jembatan alternatif yang dibangun warga secara swadaya. Ia meminta jembatan segera ditutup saat hujan deras tiba karena cukup membahayakan.

"Tadi sudah saya imbau kalau di daerah-daerah tertentu ada curah hujan yang cukup tinggi, tolong jembatannya segera ditutup. Karena dikhawatirkan membahayakan bagi pengendara yang melintas," kata Mas Dhito dalam kunjungannya ke Jembatan Ngadi, Jumat (3/6/2022).

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Jembatan alternatif yang terbuat dari bambu itu dibangun secara swadaya oleh warga di sekitar lokasi. Baik dari warga Kediri maupun Tulungagung. Jembatan dibangun sebagai jalan alternatif untuk menyeberang yang paling dekat. Sebab bila harus memutar melewati Kecamatan Ngadiluwih, dinilai terlalu jauh.

Jembatan ditopang tiang pancang bambu, kayu dan besi untuk penguat. Dikhawatirkan jika terjadi hujan deras dan debit air naik, tiang pancang jembatan tidak kuat menahan beban dan ambrol.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

"Aliran air sungainya yang saya takutkan bisa mengganggu kekuatan dari jembatan swadaya ini. Jadi akan ditutup kalau hujan," tandasnya.

Royani, salah satu penjaga jembatan darurat asal Desa Ngadi, Kecamatan Mojo mengungkapkan, ada sembilan orang yang berjaga secara bergantian selama 24 jam setiap harinya. Mengantisipasi terjadi kejadian yang tidak diinginkan, jarak pengendara motor yang melintas diatur untuk mencegah banyak beban tertumpu di atas jembatan.

Baca Juga: Rakor Forkopimda di Jogja, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Kediri

"Kalau Sabtu-Minggu itu yang melintas cukup banyak. Tapi setiap hari kami jaga, yang lewat kami atur jaraknya," ucapnya.

(ADV)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.