Selasa, 16 Jun 2026 22:21 WIB

Konsumsi Ikan Mabuk Belerang di Ponorogo, Kabid Perikanan: Aman

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 10 Jul 2018 19:25 WIB
Aida Fitriana Miyasari, Kabid Perikanan, Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Ponorogo.
Aida Fitriana Miyasari, Kabid Perikanan, Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Ponorogo.

jatimnow.com - Fenomena meletupnya belerang ke danau Ngebel, Kabupaten Ponorogo, dimanfaatkan banyak warga untuk mengambil ikan yang 'mabuk' karena belerang. Ternyata, hal itu membuat pro-kontra di masyarakat sendiri.

"Memang muncul pro kontra. Tapi saya akui kebanyakan warga banyak yang justru berdatangan untuk mengambil ikan yang kelimpungan karena belerang," kata Aida Fitriana Miyasari, Kabid Perikanan, Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Ponorogo, kepada jatimnow.com, Selasa (10/7/2018).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ia menjelaskan, sebenarnya, ikan yang terkena belerang tidak mati. Hanya limbung saja. Kondisinya masih lemas.

"Kalau cuma limbung dan hanya lemas belum tahap berbahaya bagi tubuh. Namun jika sudah mati itu yang harus diwaspadai," jelasnya.

Tapi untuk memastikannya, Aida mengaku, bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perikanan Provinsi, untuk memeriksa kadar belerang yang meletup di Danau Ngebel. "Akan kami ambil sampelnya. Untuk memastikannya," janjinya.

Aida mengaku, jika kondisi ikan sudah mati lebih baik jangan dikonsumsi. Namun sebaliknya, jika hanya limbung saja, tidak apa-apa dikonsumsi.

Ia mengaku, untuk fenomena belerang memang sudah bisa diprediksi. Setidaknya setahun dua kali. Kisarannya tiap bulan Februari-Agustus.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Memang sudah diprediksi. Karena Danau Ngebel itu adalah gunung berapi dulunya. Sehingga masih mengeluarkan belerang," jelasnya.

Setiap saat, lanjut ia, Danau Ngebel mengeluarkan belerang. Tapi mengumpul dibawah. Diwaktu tertentu pada bulan Februari-Agustus, akan meletup.

"Nah ini kejadiannya mulai Jumat lalu. Sudah mulai meletup dari tahun ini. Pembudidaya sudah hapal juga," terang Aida.

Akibatnya, memang banyak ikan yang lepas menghirup air belerang. Kemudian menjadikan ikan limbung akibat mabuk belerang.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.