Kamis, 18 Jun 2026 13:30 WIB

Prabowo Sebut Tak Wajib Nyapres Lagi, Gerindra Jatim: Suara Kader Ingin Capres

Saat Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad bertemu Prabowo Subianto.(Dok Gerindra Jatim for jatimnow.com)
Saat Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad bertemu Prabowo Subianto.(Dok Gerindra Jatim for jatimnow.com)

Surabaya - Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad menanggapi pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang sempat mengatakan jika dirinya tidak harus menjadi Calon Presiden pada 2024 mendatang. Pernyataan tersebut keluar saat Prabowo melakukan kunjungan ke Ketum Partai NasDem Surya Paloh.

"Beliau menyebut tidak harus dirinya, itu sebenarnya bentuk kerendahan hati beliau. Beliau itu humble," ucap Sadad, Kamis (2/6/2022).

Baca Juga: Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Sadad memaknai, pernyataan Prabowo itu merupakan ciri khas pemimpin yang baik. Sadad menilai, kerendahan hati Prabowo menunjukkan bahwa saran dari ulama dan kiai selalu didengar oleh pria yang juga menjabat Menhan RI itu.

"Saya yakin itu juga saran dari tokoh-tokoh ulama yang beliau temui bahwa menurut ajaran agama jabatan itu tidak boleh diminta, karena itu merupakan amanah," jelas Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Dilain sisi, hingga saat ini suara kader Gerindra di Jawa Timur masih tak henti menyuarakan dan akan tetap mendorong Prabowo untuk maju menjadi Presiden di tahun 2024.

"Kader di Jatim tentu yakin dan solid Pak Prabowo maju Pilpres 2024. Bisa dikatakan itu the last battle dan komitmen Kader Gerindra Jatim bekerja keras mengantar beliau sebagai presiden. Kader ingin selalu suarakan Pak Prabowo agar maju sebagai capres," tegas Sadad.

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Sebelumnya, saat bertemu Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum Gerindra Prabowo Subianto sempat mendapat pertanyaan dari awak media tentang kriteria Capres yang cocok di 2024.

"Ya tidak usah. Tidak harus Prabowo, siapa saja, masa republik ini. Jadi begini ya, saya ini belajar dari sejarah, dari suatu republik yang baik adalah kewajiban setiap warga negara yang mampu fisik, intelek, jasmani, dan kondisi ekonomi dirinya dan keluarganya wajib untuk menawarkan dirinya kepada negara dan bangsa, jadi wajib," jawab Prabowo dihadapan awak media.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.