Kamis, 18 Jun 2026 19:16 WIB

7 Langkah Strategis Mas Dhito dalam Menangani Kasus PMK di Kabupaten Kediri

Mas Dhito saat melakukan monitoring di Pasar Hewan Tertek (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Mas Dhito saat melakukan monitoring di Pasar Hewan Tertek (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Kediri terus bertambah. Menyikapi penyebaran wabah itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) menyiapkan 7 langkah strategis.

"Kita ketahui PMK ini penyebarannya begitu cepat. Kalau tidak segera ditangani serius, dampaknya bisa meluas dan semakin merugikan peternak. Makanya kita lakukan beberapa langkah untuk mengendalikan PMK di Kabupaten Kediri," terang Mas Dhito, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

7 langkah strategis yang diambil Mas Dhito dalam mengendalikan PMK itu adalah pembentukan gugus tugas yang akan melakukan monitor dan menanggulangi PMK. Pengetatan dan pengawasan lalu lintas ternak serta menutup akses keluar masuk hewan ternak di wilayah terjangkit wabah.

Kemudian, penutupan sementara pasar hewan jika wabah meluas. Penutupan pasar hewan mulai diberlakukan pada 28 Mei sampai 10 Juni 2022. Penutupan dilakukan baik untuk pasar yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri maupun yang dikelola desa.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

"Selama itu akan dievaluasi, tiga hari sebelum tanggal 10 Juni akan ada penentuan (penutupan) diperpanjang atau pasar sudah mulai dibuka," tambahnya.

Selain itu, dilakukan vaksinasi bagi hewan ternak, isolasi dan pengobatan secara intensif untuk hewan ternak sakit. Lalu pemotongan hewan ternak wajib dilakukan di Rumah Potong Hewam (RPH). Langkah itu dilakukan untuk memudahkan pemantauan kondisi hewan yang akan disembelih.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, jumlah kasus PMK per 26 Mei bertambah menjadi 174 kasus. Dari jumlah itu, satu kasus hewan ternak setelah dilakukan pengobatan secara intensif dinyatakan sembuh.

Kasus PMK itu tersebar di Kecamatan Kandangan, Kepung, Puncu, Kayen Kidul, Ngadiluwih, Kandat, Ngasem dan Grogol. Kasus di Kecamatan Grogol diketahui sapi diambil dari Ngadiluwih waktu pasaran hewan. Ini semakin memperkuat bahwa di pasar memiliki potensi penyebaran yang besar. (ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.