Jumat, 12 Jun 2026 20:55 WIB

Terdampak Banjir Rob, Warga Pesisir Lamongan Mulai Keluhkan Ini

Dampak banjir rob di Lamongan, perahu nelayan menepi dan mengurangi aktivitas melaut. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Dampak banjir rob di Lamongan, perahu nelayan menepi dan mengurangi aktivitas melaut. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Dampak banjir rob di pesisir Lamongan mulai dikeluhkan warga setempat. Mereka kesulitan air bersih hingga terganggunya aktivitas melaut para nelayan.

Salah satunya, yakni warga terdampak di Desa/Kecamatan Paciran, Lamongan. Mereka mengaku jika banjir rob mengganggu aktivitas harian.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Di Paciran banjir rob sering terjadi setiap bulan, air mulai menggenangi kawasan ini di siang bolong dengan ketinggian air rata-rata sekitar sebetis orang dewasa," ujar Ma'rufah, warga setempat, Kamis (26/5/2022).

Baca juga: Banjir Rob Sempat Merendam Wilayah Paciran, Lamongan

Akibatnya, sejumlah fasilitas umum antara lain tempat peribadatan hingga fasilitas pendidikan juga tergenang air. Selain itu, air yang awalnya tawar kini mulai berubah menjadi payau atau asin.

"Air di sumur-sumur milik warga yang biasanya rasanya tawar kini kalau banjir rob pun ikut asin rasanya," jelasnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan mengandalkan perolehan dari hasil laut terpaksa menghentikan aktivitasnya.

"Nelayan sini dalam beberapa hari ini juga tak melaut, karena cuacanya tidak memungkinkan," kata perempuan yang halaman rumahnya rutin digenangi banjir rob tersebut.

Merespon hal tersebut, Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Lamongan, Muchlisin Amar mengungkapkan jika banjir rob sudah mulai menimbulkan daya rusak yang semakin berat dan berdampak kepada 100 KK di Desa Paciran.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

"Banjir rob terjadi tiap tahun dan kebetulan tahun ini terjadi pada bulan Mei, yang disebabkan oleh banyak hal. Mungkin Pemerintah bisa segera untuk mengevaluasi, karena rob ini semakin tahun semakin sering dan daya rusaknya juga terus meningkat per tahunnya," ungkapnya.

Ia meminta agar Pemerintah segera turun menyikapi persoalan ini, setidaknya memberi sosialisasi pencegahan dini apabila terjadi dampak yang lebih besar.

"Yang jelas perlu ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, baik bantuan langsung maupun tidak langsung. Juga perlu ada teroboson semacam pelatihan atau apa dari pemerintah bahwa nelayan ini perlu ada ekonomi kreatif yang bisa menopang mata pencaharian utama yakni melaut," tegasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.