Kamis, 18 Jun 2026 05:29 WIB

Hebat, Tim Unair Ciptakan Kantong Darah Anti Bakteri dari Mangrove

Tiga mahasiswa Unair sedang uji lab inovasi kantong darah anti bakteri dan penggumpalan darah/Foto: Istimewa
Tiga mahasiswa Unair sedang uji lab inovasi kantong darah anti bakteri dan penggumpalan darah/Foto: Istimewa

jatimnow.com  — Andhi Baskoro, Jualita Kusuma Wardani, dan Diana Fitri, mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Penelitihan Eksakta (PKM-PE) Universitas Airlangga (Unair) berhasil mengembangkan inovasi baru dalam bidang kesehatan, yakni kantong darah anti bakteri dan anti penggumpalan darah (antikoagulan) yang berasal dari hasil ekstraksi batang mangrove.

Ketua tim peneliti PKM-PE Unair Andhi Baskoro, menceritakan inovasi yang dikembangkannya itu bermula dari permasalahan yang sering dihadapi Palang Merah Indonesia (PMI). Permasalahan itu adalah kantong darah (blood bag) yang sering terkontaminasi bakteri, sehingga tidak bisa dipakai.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Akibat permasalahan itu, maka kebutuhan darah dan permintaan kantong darah juga meningkat, sehingga mahasiswa Unair ini berusaha membantu permasalahan itu.

"Agar tidak terbuang percuma, tim kami berharap dengan penelitian ini dapat meminimalisir kerusakan darah yang terdapat pada kantong darah, sehingga darah dari para pendonor dapat disimpan dengan baik," ujar Andhi, Senin (9/7/2018).

Andhi menjelaskan, temuannya itu dengan memanfaatkan hasil ekstraksi batang mangrove jenis Aegiceras Corniculate yang memiliki sifat anti-koagulan. Selain itu, dicampur pula dengan kitosan untuk mendapatkan sifat bioaktif, biokompatibel, dan anti bakteri pada kantong darah.

"Cara pembuatan ekstrak batang mangrove itu lebih dahulu diekstraksi, sedangkan batang pohon mangrove yang digunakan dalam penelitian ini adalah mangrove karena memiliki sifat anti-koagulanyang tinggi," tutur Andhi.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Andi menambahkan, kantong darah yang beredar di pasaran saat ini terbuat dari Poly Vinyl Chloride (PVC) dengan campuran plasticizer. Untuk mendapatkan sifat anti bakteri dan anti koagulan, mereka menambahkan material kitosan ini.

"Kami berharap dengan penelitian ini dapat meminimalisir kerusakan darah yang terdapat pada kantong darah, sehingga darah dari para pendonor dapat disimpan dengan baik," ujarnya.

Inovasi berjudul "Inovasi PVCGliserol–Kitosan dan Ekstral Aegiceras corniculate untuk Anti-Coagulant dan Anti-Bacterial Blood Bag" ini juga berhasil lolos seleksi Dikti dan memperoleh dana penelitihan dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2017-2018.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

 
Reporter: Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.