Sabtu, 20 Jun 2026 10:24 WIB

Sebut Mobilisasi Kiai Kurang Etis, Anwar Sadad: Gerindra Lebih Memilih Sowan

Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad ditemui usai acara halalbihalal dan rapat koordinasi di Kantor DPD (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad ditemui usai acara halalbihalal dan rapat koordinasi di Kantor DPD (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua Partai Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad lebih memilih sowan daripada memobilisasi para kiai dan ulama dalam meminta restu dan dukungan.

"Kalau (mengumpulkan kiai) kesannya kan akhirnya mobilisasi kiai-kiai. Artinya begini, kami inginkan hubungan Partai Gerindra dengan para kiai bersifat alamiah, generik. Tidak dalam bentuk mobilisasi yang kesannya seperti mengarahkan," jelas Sadad, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Menurutnya, pengondisian kiai dan ulama merupakan cara yang kurang etis. Sebagai keluarga Ponpes Sidogiri, Sadad dan seluruh kader Gerindra Jatim akan lebih memilih sowan atau silaturahmi secara langsung, ketimbang mengumpulkan para kiai dalam sebuah forum.

"Dukungan dari para kiai tentu sangat kita harapkan. Tetapi caranya saja yang berbeda. Partai Gerindra lebih memilih untuk sowan kepada kiai-kiai," tambah Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Dia sepakat, istilah sowan ke kiai akan menjadi ciri khas Partai Gerindra. Sebagai mata, telinga dan hati masyarakat, sudah sepatutnya partai politik mendapatkan restu dari kiai sebelum melangkah lebih jauh untuk meminta dukungan dari masyarakat.

"Pak Prabowo selalu dan sering mengatakan bahwa kiai itu adalah mata telinga umat. Karena suara umat itu ya ada di kiai. Umat mau konsultasi apapun baik menyangkut masalah agama, keluarga, 'kate mantu ae (mau menikah saja), ngedekno omah ae (mendirikan rumah), itu tanya ke kiai. Apalagi masalah politik, sehingga kami disarankan untuk selalu dekat," papar Sadad.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Di sisi lain, lanjut Sadad, setiap partai politik tentunya memiliki cara yang berbeda dalam melakukan pendekatan.

"Tapi soal cara saja kami berbeda dengan PKB," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.