Selasa, 23 Jun 2026 10:41 WIB

6 Anggota Sindikat Narkoba di Mojokerto Ditangkap, 3 Juta Butir Pil Koplo Disita

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto dan Kasat Resnarkoba AKP Singgih saat beberkan barang bukti. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto dan Kasat Resnarkoba AKP Singgih saat beberkan barang bukti. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota berhasil mengungkap peredaran Narkoba dan menangkap 6 pria yang terlibat.

Hasil yang disita petugas membuat tercengang. Barang bukti yang diamankan berupa 3,1 juta butir pil koplo. Selain itu ada pula ratusan gram sabu, 43 butir ekstasi dan 32 gram ganja dari tangan para pelaku selama 2 bulan.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Keenam pelaku yakni Heru, M Yusuf, Ade Prayoga warga Desa Sambiroto, Sooko; Misbakhul Amane dan Relo keduanya warga Desa Panggih, Trowulan, Kabupaten Mojokerto; dan Rosyid asal Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

Sementara satu orang lain berbeda jaringan yakni Rahmad Wigilaksono warga Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dari tangannya petugas menyita ganja 32 gram dan sabu 3 ons.

"Enam orang ini satu jaringan. Jika diasumsikan ke rupiah lebih dari 10 miliar. Pendistribusian dari perkembangan penyidikan terkait antarprovinsi antarkota. Tidak hanya melayani Mojokerto raya namun juga kabupaten penyanggah Mojokerto menjadi market dari jaringan ini," kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan, Selasa (24/5/2022).

Ia menambahkan, barang-barang yang disita ini dikirim dari luar provinsi Jawa Timur dengan dipaketkan dikirim ke alamat tertentu di Mojokerto.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Madura-Gresik, Sita 200 Gram Sabu

"Secara jejak digital transaksi keuangan dan komunikasi kami masih fokus melibatkan pihak-pihak terkait terutama masalah pencucian uang," bebernya.

Alumni Akpol 2001 ini mengimbau kepada masyarakat khususnya pemuda tidak bermain-main dan mencoba Narkoba.

"Sangat menyedihkan, generasi muda sangat doyan dengan hal-hal yang bersifat menyimpang seperti ini di beberapa kelompok tertentu. Namun saya yakin tidak semua generasi muda. Perang terhadap Narkoba itu sebuah keharusan yang harus bersama-sama melawan agar generasi kita aman dan tidak terpapar narkotika," tukasnya.

Baca Juga: Sehari Usai Bosnya Diciduk, Anak Buah Bandar Sabu Lamongan Ikut Ditangkap

Sementara data yang diperoleh, keenam pelaku ini terindikasi merupakan jaringan Lapas. Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto Kota, AKP Singgih menyebut hal itu masih pengembangan.

"Masih dikembangkan," kata Singgih.

Para pelaku dijerat Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan ini khusus untuk obat pil koplo dan undang-undang nomor 35 tahun 2009 kaitan dengan narkotika dan psikotropika.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.