Rabu, 17 Jun 2026 10:36 WIB

Ketua Partai Demokrat Surabaya Somasi Sejumlah PAC, Begini Komentar Pengamat

Partai Demokrat.
Partai Demokrat.

Surabaya - Dualisme muncul di Partai Demokrat Surabaya. Yakni antara kubu Herlina Harsono Njoto dan Lucy Kurniasari yang menjadi Plt Ketua Partai Demokrat Surabaya. Hal itu melahirkan perpecahan di internal partai. Lucy yang dikabarkan telah menerima 29 dukungan dari Ketua PAC, terpaksa melakukan somasi kepada 13 PAC yang mengalihkan dukungan kepada Herlina.

Menurut pengamat politik Unair Fahrul Muzaqqi, dinamika politik di internal partai seperti itu lumrah terjadi.

Baca Juga: Demokrat Surabaya Akui Bangga Anugerah AHY dari NTU Singapore

"Persaingan itu tidak lepas dari konteks konsolidasi Partai Demokrat menuju 2024. Jadi bisa dipahami seandainya memang ada langkah-langkah yang kalau dilihat dari luar terkadang sangat dinamis sekali ya. Seperti Lucy yang awalnya didukung 29 DPAC itu ternyata dalam perkembangannya bisa secara dramatis (dukungan) bisa beralih ke pesaingnya, Herlina," kata Fahrul, Minggu (22/5/2022).

Namun keputusan Ketua Partai melayangkan somasi kepada kadernya dengan alasan menarik dukungan dinilai sebagai keputusan yang tidak tepat. Menurut Fahrul, hal tersebut akan membuat citra publik terhadap Demokrat terkesan kurang demokratis.

Baca Juga: Reno Zulkarnaen Lepas Posisi Sekretaris Demokrat Jatim

"Ya itulah penampilannya politik seperti itu. Jadi segala sesuatunya tidak bisa dipermanenkan. Tidak bisa diputuskan dibawa ke notaris misalkan, itu nggak bisa seperti itu," imbuhnya.

Fahrul juga mendengar saking takutnya, pihak Lucy juga dikabarkan melakukan perjanjian dukungan ke notaris yang semakin memberi kesan bahwa citra politiknya kurang matang alias 'mentah'.

Baca Juga: Menapaki Usia 24, Demokrat Surabaya Pilih Politik sebagai Jalan Pengabdian

"Mungkin Bu Lucy merasa dicurangi gitu, ya. Tapi di balik itu rasanya politik praktis ya memang seperti itu. Artinya, di sini mungkin antisipasi atau langkah-langkah yang dilakukan Bu Lucy ini, saya sih melihat kurang matang sehingga dukungannya bisa berpindah ke kompetitornya," katanya.

"Namanya pilihan politik itu kan hak warga negara, nggak bisa kemudian dibatasi hanya untuk kepentingan posisi. Memang ada plus minusnya di situ saya melihat," sambungnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.