Rabu, 22 Jul 2026 14:34 WIB

BPCB Duga Temuan Arca di Tulungagung Bagian dari Sebuah Candi

Petugas saat sedang meninjau temuan arca. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas saat sedang meninjau temuan arca. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur meninjau lokasi temuan arca di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Dua buah objek diduga cagar budaya berupa Arca Dwarapala dan Arca Naga ditemukan di desa tersebut.

Petugas BPCB juga melakukan pemantauan di lokasi temuan. Hasilnya mereka menemukan struktur bangunan, batu bata berelief serta pecahan keramik yang diduga berasal dari masa dinasti Yuan dan Eropa.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Arkeolog BPCB Jawa Timur Mohamad Ichwan mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan lapangan, diduga kuat terdapat bangunan berupa candi di kawasan tersebut. Dugaan ini mengacu ditemukannya arca serta struktur bangunan. Kedua benda tersebut diduga sangat berkaitan erat.

Baca juga: Temuan Arca Dwarapala di Tulungagung Diteliti Tim Pusat Survei Badan Geologi

"Berdasarkan hasil pemantauan kami menemukan adanya struktur bangunan tak jauh dari lokasi temuan arca, dugaan kuat mengarah ke bangunan candi," ujarnya, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Lebih lanjut Ichwan menerangkan, Arca Dwarapala merupakan simbol penjaga sebuah bangunan suci atau candi. Sedangkan Arca Naga memiliki kisah sendiri dalam Agama Hindu. Keduanya merupakan bagian dari sebuah bangunan candi. Beberapa candi seperti Candi Penataran di Blitar juga terdapat hiasan ornamen Arca Naga.

"Untuk periodesasi atau zaman masih belum bisa kita simpulkan, namun dugaan kami ini adalah candi bercorak Hindu," tuturnya.

Temuan arca, struktur dan pecahan keramin di Desa ini sangat menarik. Terlebih lokasi ini tidak terlalu jauh dari beberapa situs purbakala seperti Candi Mirigambar dan Goa Selomangleng. Pihak BPCB sendiri merekomendasikan eskavasi guna keperluan penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Ini temuan yang sangat menarik terlebih dari laporan masyarakat juga banyak ditemukan benda purbakala beberapa tahun lalu," pungkasnya.

Kedua arca ini ditemukan oleh warga setempat pada pertengahan bulan Februari lalu. Mereka menemukan arca saat sedang menggali pondasi untuk membuat gudang masjid. Pascatemuan, kedua arca disimpan oleh warga sekitar. Lokasi temuan juga telah diteliti oleh tim dari Badan Geologi Bandung. Hasilnya mereka menukan sejumlah anomali yang berada di dalam tanah.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.