Kamis, 18 Jun 2026 13:29 WIB

Pedagang Kecewa Pasar Hewan di Kota Batu Ditutup Sementara, Sampai Kapan?

Pasar hewan yang ada di Kota Batu ditutup. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pasar hewan yang ada di Kota Batu ditutup. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Batu - Sesuai Surat Edaran Nomor 524.3./1136/422/114/2022, pasar hewan di Kota Batu resmi ditutup mulai hari ini, Rabu (18/5/2022) hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran penyakit mata dan kuku (PMK).

Selain itu, dalam SE yang dikeluarkan juga menjelaskan penghentian operasional tempat potong hewan milik perorangan dan mengalihkan pemotongan ke Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkot Batu di Kecamatan Junrejo.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Padahal sejak pagi pedagang sudah terlanjur berada di pasar hewan yang ada di Jalan Dorowati, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

Di pasar nampak pegawai dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu memasang spanduk bertuliskan pasar ditutup sementara waktu. Tertanda tangan Kepala UPT Pasar.

Kepala UPT Pasar, Agus Suyadi mengatakan bahwa pasar hewan betul-betul ditutup. Tidak boleh ada aktivitas apapun hingga ada pemberitahuan lebih jauh.

"Kami pasang banner karena pasar tutup sesuai aturan pusat," jelasnya.

Di tempat yang sama, salah satu pedagang hewan, Khoiri mengaku sangat kecewa karena harus keluar dari pasar. Padahal dirinya telah membawa sejumlah kambing ke pasar untuk dijual.

"Kebijakan penutupan sementara pasar hewan membuat dirinya tak bisa menjual dagangannya karena tidak ada aktivitas sama sekali di dalamnya. Jujur sangat merugikan para pedagang," keluhnya.

Dirinya bersama rekan lainnya sangat mengandalkan sumber pendapatan dari penjualan kambing. Jika harus ditutup dan pedagang tidak boleh beraktivitas, dia sangat keberatan.

"Tidak masalah ada kebijakan, tapi sebaiknya kalau untuk warga Kota Batu sendiri masih diperbolehkan berdagang di Kota Batu. Tidak menerima hewan dari luar, atau mengirim ke luar," usulnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Harapannya petugas medis dari Pemkot Batu juga bisa melakukan pendampingan di pasar hewan. Tugas mereka untuk memastikan bahwa hewan-hewan yang ada di pasar benar-benar sehat.

"Kami selama ini membayar retribusi sebanyak Rp 2000 per hewan, namun belum ada pelayanan dan fasilitas yang maksimal. Sekarang justru ditutup," keluhnya.

Lalu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan pedagang yang berasal dari Kota Batu boleh berdagang jelang Idul Adha, namun hewan yang telah dibeli disarankan untuk langsung disembelih, tidak dibawa atau dirawat di kandang.

Dewanti berharap, para pedagang bisa mengerti kondisi saat ini. Saat ini, sudah tercatat dua hewan mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Idul Adha nanti, boleh ada transaksi asal tidak masuk kandang pedagang. Tetap boleh jualan dengan syarat diperiksa oleh dinas terkait," terangnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Pemkot Batu, dikatakan Dewanti, telah menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Malang untuk memeriksa kondisi kesehatan hewan ternak.

"Saat ini pun kami sudah memeriksa kondisi kesehatan hewan. Untuk Idul Adha, akan dilakukan mendekati Lebaran Qurban itu. Jika hewannya sehat, maka boleh masuk Kota Batu," ujarnya.

Saat ini, Pemkot Batu getol melakukan desinfeksi dan pemberian vitamin kepada hewan. PMK tidak bisa diobati, namun bisa sembuh. Untuk menyangkal virus ini, diperlukan obat-obatan untuk memperkuat imunitas hewan.

"Kami telah rencanakan soal anggaran penanganan ini. Sejauh ini masih belum ada angka pasti. Jika diperlukan bisa melalui dana tidak terduga," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.