Rabu, 17 Jun 2026 06:58 WIB

Hilang Usai Dijemput 2 Orang, Gadis Asal Malang Diduga Jadi Korban Trafficking

Nazwa Aulia (15). (Foto: Facebook)
Nazwa Aulia (15). (Foto: Facebook)

Malang - Wajah cemas dan khawatir masih terlihat dari sanak saudara dan orang tua Nazwa Aulia, warga Dusun Jamberejo, Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Perempuan 15 tahun itu tak diketahui keberadaannnya usai dijemput seorang laki-laki dan perempuan keturunan Tionghoa di rumahnya.

"Kedua orang itu menemui Nasihin (orang tua Nazwa) untuk mempekerjakan Nazwa Aulia sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp2,5 juta per bulan," terang Kepala Desa Ringinkembar Subaidi saat dikonfirmasi, Rabu (18/05/2022).

Baca Juga: Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi Ditemukan di Madura usai Hilang Sepekan

Kepada Subaidi, Nasihin (37) mengaku tidak sadar saat menyerahkan anak gadisnya pada Kamis (12/05/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Nasihin dan istrinya (Rokayeh) mengatakan seperti terkena gendam. Sehingga menyerahkan anaknya begitu saja tanpa menanyakan detail kontrak kerja dan nomor telepon keduanya," jelasnya.

Kedua orang tua gadis yang akrab disapa Lia itu hanya diberikan alamat Perumahan Araya Blok B-7, Kota Malang. Setelah ditelusuri, ternyata alamat itu fiktif. Begitu mengetahui anaknya masuk dalam masalah serius, Nasihin dan Rokayeh langsung melaporkannya kepada Polres Malang.

"Semoga laporan ini bisa langsung ditindaklanjuti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang. Sementara kami akan terus melakukan pengejaran dan pencarian setiap ada informasi yang masuk," tegasnya.

Baca Juga: 2 Mucikari Jajakan PSK lewat Aplikasi, Diringkus Polres Pamekasan

Sementara itu, Kepala Dusun Jemberejo Miftahul Ulum mengatakan bahwa beberapa saksi mata mengaku melihat kedua orang keturunan Tionghoa itu berada di sebuah warung di Sumbermanjing Wetan sesaat sebelum kejadian.

"Keduanya datang ke warung Pak Min di Bukit Pletes Sumbermanjing Wetan. Keduanya tanya ke Pak Min terkait nama Aisyah, katanya itu pembantunya yang hilang," jelasnya.

Karena pemilik warung tidak mengenal nama Aisyah, keduanya langsung diarahkan ke rumah seorang warga bernama Wito.

Baca Juga: PDI Perjuangan Jatim Tanam 2.500 Bibit Kopi dan Buah-buahan di Donomulyo Malang

"Kedua orang itu sempat minta anaknya Pak Wito dipekerjakan sebagai pembantu, tapi Pak Wito menolak," ungkapnya.

Setelah penolakan, pemilik warung juga sempat membantu mencari perempuan bernama Aisyah ke pelosok-pelosok Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Tapi tidak pernah ditemukan. Entah Aisyah sosok fiktif atau bukan.

"Intinya dari Pak Min, keduanya bisa sampai di Desa Ringinkembar. Oleh karena itu, saya minta pihak Polres Malang bisa segera menindaklanjuti kasus ini karena ada dugaan perdagangan anak," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.