Rabu, 17 Jun 2026 02:17 WIB

Takut Cemari Lingkungan, Warga Desa Bumiaji Protes Keberadaan Peternakan Babi

Kandang babi di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang diprotes warga. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Kandang babi di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang diprotes warga. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Warga Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mengeluhkan keberadaan peternakan babi. Mereka khawatir limbah kotorannya bakal mencemari lingkungan dan menganggu kesehatan masyarakat.

Salah satu warga, Rully Wicaksono mengatakan, di dekat kandang babi terdapat dua sumber mata air yaitu Dandang dan Ampel yang dimanfaatkan oleh beberapa dusun dan dua desa yaitu Bumiaji dan Giripurno.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Kita memprotes karena tak ingin limbah mencemari sumber, padahal airnya dipakai warga untuk wudhu, minum, mengaliri sawah, dan sebagainya. Sebenarnya kita tidak melarang siapa pun beternak, silahkan. Asal tata cara pengelolaan limbahnya sesuai dengan SOP," ujarnya, Selasa (17/5/2022).

Kegelisahan warga sebenarnya muncul sejak peternakan ini beroperasi sekitar bulan Januari. Apalagi ketika warga memantau keberadaan kandang yang berisi sekitar 50 ekor babi, memiliki instalasi pembuangan limbah yang tak sesuai dengan peraturan yang ada.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Sebenarnya warga sudah melaporkan hal ini kepada pihak desa dan dinas Januari silam, tapi responnya cukup lambat. Hanya dijanjikan akan ditindaklanjuti, begitu saja. Tapi besok warga bakal menggelar audensi bersama pemilik," tegasnya.

"Bukan orang sini yang punya, sepertinya orang luar. Tuntutan kami ya harus ditutup," sebut Rully.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Sementara itu, Kepala Desa Bumiaji Edi Suyanto mengutarakan, pihaknya belum menerima laporan terkait keluhan warga. Menurutnya, lokasi kandang juga jauh dari permukiman karena berada di tengah ladang jeruk dan apel.

"Belum ada laporan masuk, bila ada tentu kita bakal menindaklanjutinya. Soal izin kita tidak tahu apakah peternakan tersebut memiliki izin atau tidak. Intinya pemilik tidak izin ke desa," tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.